Arkaim: Keajaiban Teknik Arkaim memiliki dua dinding melingkar yang saling melingkari, serta dinding luar yang kuat dan parit selebar dua meter. Di antara dinding-dinding ini terdapat rumah-rumah berbentuk persegi panjang. Seluruh struktur Arkaim memiliki diameter 160 meter. Pemukiman ini memiliki empat gerbang yang menghadap ke arah mata angin, serta sistem distribusi air dan saluran untuk mengalirkan air berlebih. Terdapat sekitar 35 rumah yang terhubung dengan dinding luar, dan pintunya menghadap ke jalan utama, menunjukkan bahwa desa ini dirancang dengan baik.
Penemuan sistem air dan pembuangan, tambang, benda logam, keramik, sisa-sisa ritual, alat-alat, dan tungku menambah bukti kompleksitas Arkaim. Ada juga makam yang berada dekat benteng tersebut, menambah daya tarik lokasi ini. Desain Arkaim yang rumit membedakannya dari pemukiman Zaman Perunggu lainnya, menunjukkan kecerdasan para pembangunnya.
Arsitektur Suci Para ilmuwan melihat bahwa tata letak Arkaim mirip dengan model kosmik kota yang diceritakan dalam teks spiritual kuno, seperti Veda dan Avesta. Desain unik Arkaim memiliki tiga cincin dinding melingkar dan tiga jalan radial. Beberapa peneliti percaya desain ini terinspirasi oleh kota Raja Yima yang disebutkan dalam Rigveda. Menariknya, dinding dan bangunan di cincin kedua menunjukkan pola seperti swastika, yang juga ditemukan di berbagai artefak dari lokasi ini. Ini menunjukkan pentingnya makna spiritual dan budaya dari arsitektur Arkaim.
Lebih dari dua puluh struktur dengan desain serupa telah ditemukan di wilayah yang luas dari Ural Selatan hingga Kazakhstan Utara, menciptakan apa yang disebut “Tanah Kota.”
Arkaim: Benteng, Tempat Tinggal, dan Pusat Sosial Arkaim berfungsi sebagai benteng, tempat tinggal, kuil, dan pusat sosial. Pemukiman ini dihuni selama sekitar 200 tahun, lalu ditinggalkan secara tiba-tiba. Siapa sebenarnya yang tinggal di sini? Arkaim dibangun oleh orang-orang yang berbicara bahasa Proto-Indo-Iranian dari budaya Sintashta. Beberapa peneliti percaya budaya ini adalah nenek moyang orang Indo-Iranian yang kemudian berpindah ke berbagai kelompok dan menyebar ke Asia Tengah, Persia, India, dan daerah lain di Eurasia.
Makna Agama Penemuan Arkaim memicu perbincangan tentang tempat asal orang-orang Indo-Eropa, yang diyakini berada di Siberia. Sejak saat itu, Arkaim dan Tanah Kota dipandang oleh beberapa orang sebagai "tanah Aryan," pusat negara monarkis, dan model bagi peradaban spiritual yang baru yang selaras dengan alam semesta. Namun, beberapa lembaga terkait Gereja Ortodoks Rusia mengkritik penafsiran arkeologi tentang Arkaim.
Temuan Arkaim dan Tanah Kota juga telah membentuk berbagai ideologi di kalangan kelompok kepercayaan di Rusia, yang menganggapnya sebagai tanah kedua orang Indo-Eropa, yang awalnya tinggal di daerah Arktik sebelum berpindah ke selatan akibat perubahan iklim dan akhirnya menyebar ke barat, membentuk peradaban lain. Beberapa bahkan mengidentifikasi Arkaim sebagai Asgard dari Odin yang disebutkan dalam mitologi Jermanik, dan kelompok Zoroastrian Rusia menganggapnya sebagai tempat lahir Zoroaster. Akibatnya, Arkaim dianggap sebagai "kuil nasional dan spiritual" Rusia dan menjadi lokasi suci bagi berbagai gerakan keagamaan.
Arkaim Saat Ini Sekarang, Arkaim adalah situs arkeologi yang penting dan menjadi cagar budaya serta sejarah. Tempat ini menjadi tujuan populer bagi wisatawan dan peziarah yang ingin terhubung dengan sejarah kuno dan makna spiritual lokasi ini. Arkaim juga merupakan tempat penelitian aktif, dengan penggalian yang terus dilakukan untuk mengungkap informasi lebih lanjut tentang peradaban kuno yang pernah menghuni daerah tersebut. Temuan-temuan ini membantu kita memahami sejarah, budaya, dan kemajuan teknologi dari orang-orang Sintashta dan hubungannya dengan keluarga besar orang Indo-Eropa. (*)
Editor : Richard Lawongan