RADARPAPUA - Sebuah penemuan fosil langka di Republik Dominika telah membuka jendela baru untuk memahami kehidupan primata purba yang pernah hidup di Pulau Hispaniola. Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Johns Hopkins University School of Medicine ini menemukan fosil monyet Karibia yang telah punah, Antillothrix bernensis, yang memberikan petunjuk penting tentang anatomi dan ekologi spesies ini.
Fosil-fosil tersebut ditemukan dalam gua tergenang di situs Cueva Macho, yang sekarang dianggap sebagai situs fosil primata terkaya di Hispaniola. Penemuan ini mencakup tujuh tengkorak, lima rahang, dan puluhan bagian kerangka lainnya. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Human Evolution pada 30 September, temuan ini memperkaya pengetahuan tentang primata purba yang diduga punah sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Wawasan Baru tentang Monyet Hispaniola
Penemuan fosil Antillothrix memberikan gambaran lengkap tentang tengkorak monyet purba ini, sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam studi primata punah. Siobhán Cooke, Ph.D., seorang profesor anatomi dari Johns Hopkins University, menjelaskan bahwa temuan ini memungkinkan para peneliti untuk memahami variasi anatomi antara individu, serta memberikan petunjuk tentang kebiasaan makan dan sistem sosial mereka.
Menggunakan model 3D dari fosil yang disimpan di Museo Nacional de Historia Natural di Santo Domingo, para ilmuwan menyimpulkan bahwa jantan dan betina spesies ini memiliki ukuran tubuh yang mirip (monomorfik), dengan berat sekitar 5 pon. Ini mengindikasikan bahwa ada sedikit persaingan antara jantan untuk memperebutkan pasangan, kemungkinan besar hidup dalam kelompok keluarga kecil yang terdiri dari jantan, betina, dan keturunannya.
Dengan melihat gigi yang bulat dan taring yang kecil, para peneliti menduga bahwa monyet Hispaniola ini terutama memakan buah. Selain itu, primata ini memiliki kemiripan dengan monyet Titi di Amerika Selatan, yang dianggap sebagai kerabat terdekat mereka dalam hal ukuran dan ciri-ciri fisik.
Misteri Kematian Monyet Purba
Penemuan fosil monyet di dasar gua memunculkan pertanyaan menarik. Bagaimana tujuh atau delapan monyet pohon ini bisa jatuh ke dalam gua sekitar 10.000 tahun yang lalu? Salah satu teori adalah keberadaan burung hantu pemangsa raksasa yang punah, yang mungkin menangkap monyet-monyet ini dan membawa mereka ke gua sebagai makanan. Bukti adanya cedera pada rahang fosil mendukung teori ini, menunjukkan pola konsumsi daging oleh burung hantu yang sering ditemukan di gua-gua Hispaniola.
Jejak Keanekaragaman Hayati Karibia yang Hilang
Penelitian lebih lanjut tentang fosil Antillothrix, termasuk tulang anggota tubuh, tulang rusuk, dan tulang belakang, akan memberikan wawasan lebih mendalam tentang kehidupan primata purba ini. Penemuan ini juga membantu para ilmuwan lebih menghargai keragaman hayati yang pernah ada di Hispaniola, yang juga dulunya dihuni oleh burung hantu raksasa, kukang besar, hewan pengerat besar, dan berbagai spesies reptil.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana faktor-faktor ekologi mempengaruhi kepunahan Antillothrix, penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam melindungi keragaman mamalia yang tersisa di pulau-pulau Karibia dan di seluruh dunia.(aj)
Editor : Richard Lawongan