Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Cincin Tanduk Kuno dari Zaman Batu di Prancis Diduga Kuat Berfungsi sebagai Pengait Jari untuk Senjata Pelempar Tombak

Prisilia Rumengan • Selasa, 8 Oktober 2024 | 19:27 WIB
Alat Zaman Paleolitikum
Alat Zaman Paleolitikum

RADARPAPUA- Peneliti akhirnya menemukan jawaban dari misteri panjang selama lebih dari 150 tahun mengenai cincin berbentuk C yang terbuat dari tanduk rusa pada zaman Paleolitik di Prancis. Berdasarkan sebuah studi, artefak ini diduga kuat berfungsi sebagai pengait jari untuk alat pelempar tombak, yang digunakan manusia purba dalam perburuan. Penemuan ini dihasilkan dari eksperimen modern yang menggunakan replika cincin tersebut untuk melempar proyektil mirip panah ke sasaran, dan hasilnya menunjukkan bahwa benda ini efektif sebagai pegangan pada alat pelempar tombak.

Artefak yang dikenal sebagai "cincin terbuka" ini pertama kali ditemukan di Gua Le Placard di Prancis pada tahun 1870-an. Hingga kini, setidaknya 10 cincin serupa telah ditemukan di berbagai situs arkeologi di Prancis, dan hanya satu di antaranya yang berhasil diberi tanggal langsung. Cincin tersebut diperkirakan berusia sekitar 21.000 tahun dan merupakan hasil karya manusia modern awal dari kebudayaan Magdalenian atau Badegoulian. Meskipun awalnya dianggap sebagai hiasan atau pengikat pakaian, bentuk khas cincin ini menarik perhatian peneliti Justin Garnett, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Kansas yang sudah berpengalaman membuat dan menggunakan replika alat pelempar tombak.

Garnett melakukan eksperimen menggunakan replika cincin yang terbuat dari tanduk rusa, tulang sapi, dan plastik hasil cetakan 3D. Selama satu tahun, ia melempar proyektil menggunakan pelempar tombak yang dipasangi cincin ini, dan mencatat hasilnya. Ia juga membandingkan keausan pada cincin replika dengan keausan yang terlihat pada artefak asli. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa cincin tersebut tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga lebih tahan lama dibandingkan pengait jari yang terbuat dari kulit binatang.

Meski penemuan ini belum sepenuhnya terkonfirmasi melalui penemuan atlatl dari Zaman Paleolitik dengan cincin terbuka yang terpasang, Garnett dan timnya merasa cukup yakin dengan kesimpulan mereka. Pierre Cattelain, seorang arkeolog dari Universitas Free Brussels yang juga ahli dalam perburuan Paleolitik, mendukung temuan ini. Ia mengakui bahwa hipotesis serupa pernah diajukannya pada 1990-an, tetapi tidak diterima pada waktu itu.

Penelitian ini menambah wawasan baru tentang peralatan berburu manusia purba, menunjukkan bahwa alat sederhana seperti cincin terbuka ini mungkin berperan penting dalam kemampuan mereka untuk bertahan hidup dan berburu dengan lebih efisien.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #prasejarah #paleolitikum #tombak #rusa #tanduk