RADARPAPUA – Tim arkeolog di Mesir mengumumkan penemuan luar biasa berupa perhiasan emas dari makam yang berusia lebih dari 3.300 tahun. Penemuan ini mencakup cincin dengan gambar dewa Bes, yang dikenal sebagai "dewa kesenangan," serta perhiasan lainnya yang masih menjadi misteri. Makam ini ditemukan di bagian utara kota kuno Akhetaten, kota yang dibangun oleh Firaun Akhenaten, yang memerintah sekitar tahun 1353 hingga 1336 SM.
Akhenaten terkenal karena upayanya untuk mengubah agama Mesir dari politeisme menjadi fokus pada penyembahan Aten, dewa matahari. Ia bahkan memindahkan ibu kota Mesir dari Thebes (Luxor modern) ke kota gurun baru yang disebut Akhetaten, yang kini dikenal sebagai Amarna. Namun, setelah kematiannya, reformasi agama yang dilakukan oleh Akhenaten dihapus oleh putranya, Tutankhamun, dan kota Akhetaten akhirnya ditinggalkan.
Menurut pernyataan dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir yang dirilis pada 13 Desember, selain cincin bergambar Bes, ditemukan juga dua cincin lainnya dan sebuah kalung emas. Salah satu cincin tersebut memiliki tulisan hieroglif yang menyebutkan nama "Sat I Plant Tawi," yang berarti "Nyonyanya Bumi." Namun, hingga saat ini, tidak ada informasi lebih lanjut tentang siapa sosok ini.
Dewa Bes dalam kebudayaan Mesir dikenal sebagai dewa kerdil yang sering digambarkan sedang bersenang-senang dan memainkan musik, namun ia juga memiliki peran penting dalam melindungi wanita saat melahirkan. Hal ini membuat dewa ini sering digambarkan dalam berbagai bentuk seni Mesir kuno.
Meski banyak detail menarik tentang perhiasan ini, masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Tidak jelas siapa yang dikuburkan dalam makam ini dan mengapa perhiasan ini dikuburkan bersama mereka. Lokasi spesifik makam juga belum diketahui apakah berada di area pemakaman atau di lokasi lain di kota tersebut.
Penemuan ini menambah wawasan baru tentang kebudayaan dan kehidupan spiritual di Mesir Kuno, terutama dalam kaitannya dengan kota Akhetaten yang penuh misteri.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan