Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Burung Pemangsa dari Zaman Kapur Akhir Ditemukan di Montana

Richard Lawongan • Jumat, 11 Oktober 2024 | 11:03 WIB

 

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

RADARPAPUA - Penemuan burung purba baru dari Formasi Hell Creek, Montana, memberikan wawasan baru tentang evolusi burung predator di akhir periode Kapur. Studi yang dipublikasikan pada 9 Oktober 2024 di jurnal PLOS ONE oleh Alexander Clark dari University of Chicago, bersama rekan-rekannya, mengungkap tiga spesies burung enantiornithine yang hidup antara 68 hingga 66 juta tahun lalu. Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang burung yang hidup di masa menjelang kepunahan massal dinosaurus non-unggas.

Spesies Baru dengan Kekuatan Cakar Mirip Raptor

Penelitian ini mendeskripsikan tiga spesies enantiornithine baru yang diidentifikasi dari fosil tulang kaki bawah. Dua spesies baru, Magnusavis ekalakaensis dan Avisaurus darwini, serta satu spesies yang belum dinamai dari genus Avisaurus, memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan enantiornithine dari periode Kapur Awal. Avisaurus darwini, misalnya, diperkirakan memiliki berat lebih dari satu kilogram, seukuran burung elang besar modern.

Analisis pada tulang kaki menunjukkan adaptasi yang mirip dengan burung pemangsa seperti elang dan burung hantu. Cakar kuat dan otot kaki yang besar menunjukkan kemampuan mereka untuk mencengkeram dan mungkin membawa mangsa besar, seperti yang dilakukan oleh burung raptor modern.

Tren Evolusi Burung Pemangsa

Penemuan ini menunjukkan tren evolusi menuju ukuran tubuh yang lebih besar pada enantiornithine di akhir periode Kapur. Lebih dari sekadar ukuran, adaptasi mereka juga menunjukkan diversifikasi peran ekologi. Hal ini menguatkan gagasan bahwa burung dari kelompok ini berevolusi untuk mengisi berbagai ceruk ekologi sebagai predator, sama seperti burung pemangsa modern.

Para peneliti menyoroti bahwa meskipun fosil yang ditemukan bersifat fragmentaris, mereka tetap mampu memberikan informasi penting tentang ekologi dan tren evolusi burung di zaman Kapur.

Menurut penulis studi, "Avisaurid, kelompok burung enantiornithine dari periode Kapur Akhir, memiliki fitur kaki belakang yang menunjukkan kemampuan untuk melenturkan pergelangan kaki dengan kuat, yang mengindikasikan kemampuan mereka membawa mangsa besar dan perilaku yang mirip dengan burung raptor yang ada saat ini."

Menyingkap Peran Enantiornithine dalam Ekosistem Purba

Penemuan burung enantiornithine ini memperkaya catatan fosil burung dari periode Kapur Akhir dan memberikan bukti bahwa burung ini memiliki peran penting dalam rantai makanan sebagai predator. Burung-burung ini tidak hanya lebih besar daripada nenek moyang mereka dari periode sebelumnya, tetapi juga lebih bervariasi dalam peran ekologis mereka, mengisi ceruk yang berbeda di ekosistem purba.

Temuan ini memperluas pengetahuan kita tentang keanekaragaman burung purba dan memberikan wawasan baru tentang bagaimana burung enantiornithine berevolusi menjadi predator besar sebelum punah bersama dinosaurus lainnya pada akhir periode Kapur.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Burung Purba #Burung #fosil #penemuan #Zaman kapur #Evolusi