Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kaca Aneh di Gurun Libya Ditemukan Berasal dari Meteorit Kuno: Penelitian Baru Menyajikan Bukti Penting

Prisilia Rumengan • Senin, 14 Oktober 2024 | 18:14 WIB
Potongan-potongan kaca gurun Libya yang menjadi dasar penelitian.
Potongan-potongan kaca gurun Libya yang menjadi dasar penelitian.

RADARPAPUA - Penemuan kaca kuning aneh di Gurun Libya, yang telah lama menjadi misteri, kini memiliki penjelasan baru. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kaca tersebut kemungkinan terbentuk akibat dampak meteorit kuno yang menghantam Bumi ribuan tahun lalu.

Para peneliti sebelumnya berspekulasi bahwa kaca ini mungkin berasal dari panas besar yang disebabkan oleh ledakan udara, seperti yang pernah terjadi pada insiden Tunguska di Siberia. Namun, bukti isotop dari sampel kaca memberikan indikasi yang lebih kuat bahwa tabrakan langsung meteorit adalah penyebab pembentukannya.

Menurut tim peneliti, isotop di dalam kaca ini memiliki karakteristik yang khas dari bahan meteorit, menunjukkan bahwa peristiwa yang terjadi di Gurun Libya sangat mungkin melibatkan dampak besar dari luar angkasa. Studi ini dipimpin oleh geolog yang menggunakan teknologi terbaru untuk menganalisis komposisi kimia kaca. "Penemuan ini memberikan wawasan berharga tentang sejarah tabrakan kosmik yang pernah terjadi di Bumi," ungkap salah satu peneliti utama.

Kaca kuning ini, yang dikenal sebagai kaca silika gurun, telah ditemukan di area yang luas di Gurun Libya dan telah menarik perhatian ilmuwan selama bertahun-tahun. Terbentuk dari panas yang sangat tinggi, kaca ini memiliki warna kuning terang dan kadang-kadang digunakan sebagai perhiasan oleh bangsa Mesir kuno, termasuk di dalam salah satu hiasan Raja Tutankhamun.

Meski perdebatan tentang asal-usul kaca ini sudah berlangsung selama beberapa dekade, hasil penelitian baru ini memberikan bukti kuat bahwa tabrakan meteorit yang sebelumnya tak terlacak adalah sumber pembentukan kaca tersebut. Dampak meteorit ini mungkin menyebabkan panas yang cukup besar untuk mencairkan pasir gurun dan menghasilkan kaca kuning yang menakjubkan.

Para ilmuwan juga mencatat bahwa kaca semacam ini memberikan wawasan penting tentang peristiwa geologis dan kosmik yang terjadi di masa lalu, serta membantu memahami bagaimana dampak besar dari luar angkasa bisa membentuk permukaan bumi.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#libya #kaca #penelitian #aneh #Meteorit #penemuan #gurun