Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Mengejutkan di Yerusalem: Bukti Serangan Asyur yang Tak Pernah Terungkap dan Apa Kata Alkitab?

Richard Lawongan • Rabu, 16 Oktober 2024 | 17:43 WIB

Pemandangan udara dari penggalian di Mordot Arnona di Yerusalem, yang menunjukkan sisa-sisa bangunan administratif.
Pemandangan udara dari penggalian di Mordot Arnona di Yerusalem, yang menunjukkan sisa-sisa bangunan administratif.

RADARPAPUA -
Para arkeolog menemukan bukti serangan tentara Asyur ke Yudea yang menyebabkan pengepungan Yerusalem.

Serangan ini terjadi pada tahun 701 SM, ketika Sennacherib adalah raja Asyur dan Hizkia raja Yudea. Sennacherib menyerang karena Hizkia menolak tunduk pada kekuasaan Asyur.

Sebuah gagang kendi menunjukkan kesan stempel lmlk -
Sebuah gagang kendi menunjukkan kesan stempel lmlk -

Tentara Asyur berhasil menguasai sebagian besar Yudea dan mengepung Yerusalem, tapi mereka tidak berhasil merebut kota itu. Menurut Alkitab, malaikat Tuhan membunuh 185.000 tentara Asyur, sementara catatan Asyur mengatakan Hizkia membayar upeti besar agar Yerusalem tidak diserang.

Para arkeolog telah menemukan sekitar 180 stempel yang menggambarkan pemerintahan Yehuda di Mordot Arnona.
Para arkeolog telah menemukan sekitar 180 stempel yang menggambarkan pemerintahan Yehuda di Mordot Arnona.

Penemuan baru:

Di Yerusalem, arkeolog menemukan sebuah bangunan yang dulu digunakan untuk mengumpulkan pajak pada masa pemerintahan Hizkia. Di dalamnya, ada banyak guci yang bertuliskan bahwa pajak itu milik raja. Barang-barang seperti minyak zaitun mungkin menjadi pajak yang dikumpulkan dari para petani.

Kesan stempel lmlk ini menyandang nama mmšt -
Kesan stempel lmlk ini menyandang nama mmšt -

Ketika Sennacherib menyerang, pasukannya menghancurkan bangunan ini. Batu-batu besar dari pondasi bangunan sengaja ditaruh di atas reruntuhan untuk menunjukkan bahwa penghancuran ini adalah pesan politik dari kerajaan Asyur.

Pada abad ke-7 SM, bangunan ini dibangun kembali, tapi pajak yang dikumpulkan tidak lagi untuk Hizkia, melainkan untuk raja Asyur. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Asyur #Bukti sejarah #Hizkia #Alkitab #Pengepungan #arkeologi #Sennacherib #Pajak #Yudea #Yerusalem