RADARPAPUA – Sebuah makam kuno berusia 2.200 tahun ditemukan di bawah reruntuhan kuno di Naples, Italia, menampilkan lukisan-lukisan yang menggambarkan makhluk mitologis, termasuk anjing neraka dan centaur laut.
Penemuan ini membuat para arkeolog semakin memahami bagaimana kepercayaan tentang dunia bawah dan kehidupan setelah kematian dipahami oleh masyarakat kuno.
Lukisan di dalam makam tersebut diyakini berasal dari periode Hellenistik, ketika pengaruh Yunani sangat kuat di wilayah Italia Selatan. Makam ini ditemukan oleh tim arkeolog yang sedang melakukan penggalian di area reruntuhan kuno.
Anjing neraka, makhluk penjaga gerbang dunia bawah dalam mitologi Yunani, dilukiskan dengan gaya dramatis, sementara centaur laut, yang menggabungkan elemen manusia dan hewan, memperkuat unsur-unsur mitologis dari periode tersebut.
Selain lukisan yang luar biasa ini, arkeolog juga menemukan sejumlah artefak berharga, termasuk perhiasan, keramik, dan beberapa sisa-sisa tulang manusia.
Temuan ini memberikan wawasan lebih dalam tentang cara orang-orang pada zaman itu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian, serta hubungan mereka dengan dunia bawah.
"Ini adalah salah satu penemuan paling signifikan yang pernah kami buat," ujar salah satu arkeolog yang terlibat dalam proyek ini. "Lukisan-lukisan ini sangat rinci dan memberikan gambaran yang luar biasa tentang bagaimana seni dan kepercayaan mitologis saling terkait dalam kehidupan sehari-hari orang Romawi kuno."
Makam tersebut kemungkinan milik seorang individu kaya atau terkemuka dalam masyarakat. Hal ini didukung oleh barang-barang mewah yang ditemukan di dalam makam, seperti perhiasan emas dan keramik berkualitas tinggi.
Gambar-gambar yang ditemukan di dinding makam mungkin melambangkan perjalanan jiwa menuju dunia bawah, di mana anjing neraka menjaga gerbangnya dan centaur laut mewakili penjaga mistis lainnya.
Penemuan ini juga membuka bab baru dalam studi tentang hubungan antara seni dan mitologi di zaman kuno, khususnya dalam konteks pemakaman.
Para ahli berharap penggalian lanjutan dapat mengungkap lebih banyak informasi tentang siapa yang dimakamkan di situs ini dan apa arti simbol-simbol tersebut bagi orang-orang di masa itu.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan