Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Terungkap! Apa yang Diajarkan Orang Yunani dan Romawi Kuno tentang Polusi yang Masih Relevan Hari Ini?

Richard Lawongan • Senin, 21 Oktober 2024 | 18:11 WIB

Dua patung Romawi pria dan wanita dengan latar belakang lautan.
Dua patung Romawi pria dan wanita dengan latar belakang lautan.

RADARPAPUA -
Saat ini, masalah lingkungan sering jadi topik berita. Banyak orang membicarakan bagaimana manusia merusak Bumi dan bagaimana mencegahnya.

Namun, kekhawatiran tentang kerusakan lingkungan sebenarnya bukan hal baru. Ribuan tahun lalu, orang Yunani dan Romawi kuno sudah menyadari bahwa manusia merusak alam. Buku-buku dari zaman itu sering menyebutkan masalah lingkungan dan kerusakan yang terjadi.

Banyak dari pemikiran mereka masih relevan hingga sekarang. Merusak tanah, air, dan udara yang kita gunakan bisa berdampak buruk bagi kita semua. Jika kita terus-menerus merusak lingkungan, akan ada akibat yang harus kita hadapi.

Mari kita lihat apa yang bisa kita pelajari dari orang Yunani dan Romawi kuno tentang alam.

Potret imajiner abad ke-19 dari Pliny the Elder.
Potret imajiner abad ke-19 dari Pliny the Elder.

Bahaya bagi Bumi

Penulis Romawi kuno, Pliny the Elder, yang hidup pada abad pertama, khawatir tentang cara manusia memperlakukan Bumi. Dalam karyanya, Natural History, ia menulis bahwa manusia mencemari sungai, udara, dan elemen alam lainnya. Menurutnya, Bumi adalah tempat yang harus dilindungi karena kita hidup berkat Bumi.

Kata-katanya masih relevan hingga hari ini. Di dunia modern, masalah lingkungan menjadi salah satu topik politik yang penting. Sebuah survei di Australia menemukan bahwa 44% anak muda menganggap lingkungan adalah masalah terpenting saat ini.

Pemahaman yang Berkembang

Penulis Romawi mencatat bahwa para tentara mereka kadang mencemari air dan udara di sekitar kamp mereka. Vegetius, seorang penulis militer Romawi, mengatakan bahwa jika tentara tinggal terlalu lama di satu tempat, air dan udara akan tercemar, menyebabkan penyakit berbahaya.

Selain itu, Sungai Tiber di Roma juga sering tercemar. Kaisar Nero, misalnya, membuang banyak gandum busuk ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi sangat kotor sehingga ikan di sana tidak aman untuk dimakan.

Langkah untuk Melindungi Lingkungan

Orang Yunani dan Romawi memperkenalkan berbagai aturan untuk mencegah kerusakan lingkungan. Contohnya, di Athena pada tahun 420 SM, ada undang-undang yang melarang mencuci pakaian atau membuang sampah ke Sungai Ilissus.

Beberapa aturan lainnya melarang buang air sembarangan dan membuang sampah ke sungai. Namun, sayangnya, tidak semua orang selalu mematuhi aturan ini.

Beberapa penguasa juga mencoba membersihkan kota dengan membangun saluran pembuangan dan akuaduk.

Sungai Ilissus adalah gambaran kesehatan pada abad ke-19.
Sungai Ilissus adalah gambaran kesehatan pada abad ke-19.

Kerusakan Lingkungan Merusak Kesehatan

Pada akhir abad pertama, Pliny the Younger, seorang pengacara Romawi, menulis surat kepada Kaisar Trajan, mengeluh tentang sungai yang kotor di kota Amastris. Sungai itu berbau busuk dan berbahaya bagi kesehatan. Kaisar setuju untuk menutup sungai itu agar tidak mencemari kota.

Kisah ini menunjukkan bahwa orang kuno tahu bahwa kesehatan manusia sangat terkait dengan kebersihan lingkungan.

Pelajaran untuk Dunia Modern

Pesan dari orang Yunani dan Romawi kuno masih sangat relevan. Saat ini, kita menghadapi berbagai masalah lingkungan, dan kita bisa belajar dari kebijaksanaan mereka. Menjaga lingkungan tidak hanya baik untuk alam, tapi juga penting untuk kesehatan kita.

Di dunia yang sering membahas polusi dan masalah lingkungan, pesan dari masa lalu ini tetap penting untuk diingat. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Yunani kuno #pencemaran #Kesadaran Lingkungan #Kesehatan #polusi #Lingkungan #Perubahan Iklim #romawi kuno #Undang undang lingkungan #Sungai Tiber