Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Perhiasan Prasejarah Menggambarkan Identitas Budaya Sembilan Kelompok di Eropa yang Berbeda

Prisilia Rumengan • Selasa, 22 Oktober 2024 | 08:40 WIB
Perhiasan prasejarah yang ditemukan di Eropa
Perhiasan prasejarah yang ditemukan di Eropa

RADARPAPUA- Penemuan menakjubkan mengenai perhiasan prasejarah telah membawa peneliti untuk memahami lebih dalam keanekaragaman budaya di Eropa pada zaman batu.

Dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behaviour, para ilmuwan menemukan bahwa perhiasan, khususnya manik-manik, tidak hanya berfungsi sebagai aksesori tetapi juga sebagai penanda budaya yang kuat.

Dengan menganalisis 134 jenis perhiasan yang telah ditemukan di 112 lokasi di seluruh Eropa, para peneliti mengidentifikasi sembilan kelompok budaya berbeda.

Periode yang menjadi fokus studi ini adalah Gravettian, yang berlangsung antara 34.000 hingga 24.000 tahun yang lalu. Dalam periode ini, manusia prasejarah tidak hanya berperan sebagai pemburu-pengumpul, tetapi juga sebagai pengrajin ulung yang memanfaatkan berbagai bahan, termasuk gading, tulang, dan bahkan batu permata.

Penulis utama studi ini dan mahasiswa doktoral di Universitas Bordeaux, menjelaskan bahwa ada perbedaan mencolok antara pilihan perhiasan di bagian timur dan barat Eropa. Contohnya, manik-manik yang terbuat dari gigi rubah hanya ditemukan di wilayah timur, meskipun rubah ada di mana-mana. Di sisi lain, gigi rusa merah hanya ditemukan di bagian barat, menunjukkan bahwa meskipun bahan tersebut tersedia secara luas, pilihan penggunaannya berbeda-beda.

Gerakan material juga terlihat dari analisis situs pemakaman di Italia, di mana sisa-sisa seorang remaja dihiasi dengan bahan-bahan yang berasal dari jarak ratusan mil. Temuan ini menegaskan bahwa ada pertukaran budaya dan materi yang terjadi di antara kelompok-kelompok tersebut.

Meskipun faktor geografis berperan dalam perbedaan ini, batasan budaya yang didorong oleh tradisi dan praktik sosial memainkan peran yang lebih besar. Misalnya, penguburan sebagai praktik umum di antara orang-orang Gravettian di Eropa Timur berangsur-angsur berubah seiring waktu.

Penelitian ini menyoroti pentingnya data genetik dalam memahami sejarah manusia. Namun, Baker menekankan bahwa meskipun data genetik dapat mengungkapkan adanya kelompok-kelompok tertentu, itu tidak selalu mencerminkan budaya yang mereka anut.

Ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang budaya prasejarah perlu melibatkan berbagai pendekatan, termasuk analisis artefak dan simbolisme yang ditemukan dalam benda-benda seperti perhiasan.

Dengan menggali lebih dalam ke dalam sejarah dan simbolisme perhiasan ini, para peneliti berharap dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang kehidupan sosial dan budaya manusia prasejarah di Eropa, membuka jendela baru dalam memahami identitas dan hubungan antar kelompok pada zaman batu.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Eropa #identitas budaya #prasejarah #perhiasan #arkeolog #penemuan