RADARPAPUA - Roda adalah salah satu inovasi terpenting dalam sejarah manusia yang telah mengubah cara kita berpindah tempat dan bekerja, tetapi asal-usul pastinya masih menjadi misteri bagi para arkeolog. Sebuah studi terbaru, yang memanfaatkan mekanika struktural, menunjukkan bahwa roda mungkin diciptakan pertama kali oleh penambang tembaga di Pegunungan Carpathia sekitar 6.000 tahun yang lalu.
Tiga Tahap Evolusi Roda
Penelitian ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Richard Bulliet, profesor emeritus dari Universitas Columbia, bekerja sama dengan insinyur aerospace Kai James. Studi tersebut mengungkap bahwa evolusi roda melibatkan tiga inovasi utama. Pada awalnya, orang mungkin menggunakan gulungan sederhana untuk memindahkan benda berat. Kemudian, inovasi pertama adalah penggulungan yang beralur untuk mencegah benda tergelincir dari gulungan. Inovasi kedua adalah roda yang dihubungkan dengan poros, memberikan stabilitas dan ketinggian lebih agar dapat melintasi medan yang berbatu. Inovasi ketiga, yaitu roda yang bergerak independen dari poros, menambah kelincahan dalam mengarahkan gerobak.
Roda dan Penambangan Tembaga
Peneliti berpendapat bahwa lingkungan tambang di Pegunungan Carpathia mempengaruhi desain awal roda ini. Para penambang mungkin membutuhkan alat yang lebih efisien untuk memindahkan tembaga dalam keranjang besar melalui lorong sempit di tambang. Struktur mekanis ini kemudian memungkinkan pengembangan roda dan poros yang lebih canggih dan lebih hemat energi.
Asal-usul Roda yang Beragam?
Meskipun temuan ini menekankan peran penambang tembaga di Carpathia, para ilmuwan tidak menutup kemungkinan bahwa roda ditemukan secara independen di berbagai wilayah lain. "Masih mungkin bahwa peradaban-peradaban lain menemukan roda secara mandiri," kata Kai James, salah satu penulis studi tersebut.
Penelitian ini membuka wawasan baru tentang bagaimana inovasi besar seperti roda berkembang di lingkungan tertentu dan bagaimana metode ilmiah modern, seperti desain mekanik komputasional, dapat membantu menjawab pertanyaan arkeologis lainnya di masa depan. (aj)