Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Perubahan Komunitas Hewan di Eropa Selatan: Bukti dari Fosil 600.000 Tahun Lalu

Prisilia Rumengan • Jumat, 25 Oktober 2024 | 10:51 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

RADARPAPUA - Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE pada 23 Oktober 2024 oleh Beniamino Mecozzi dari Sapienza Università di Roma, Italia, bersama rekan-rekannya, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana komunitas hewan di Eropa Selatan berubah akibat fluktuasi iklim selama lebih dari 600.000 tahun yang lalu. Temuan ini berasal dari situs arkeologi Notarchirico, yang telah lama menjadi sumber informasi penting tentang periode Pleistosen Awal-Tengah, dengan fosil yang berasal dari sekitar 695 ribu hingga 614 ribu tahun lalu.

Evolusi Komunitas Hewan Berdasarkan Perubahan Iklim

Penelitian ini menganalisis fosil mamalia di Notarchirico dan hubungannya dengan kondisi iklim dari waktu ke waktu. Pada awal periode yang terdokumentasi, sekitar 695 ribu tahun lalu, daerah ini mengalami iklim hangat, yang ditunjukkan dengan adanya fosil kuda nil (Hippopotamus) dan badak (Stephanorhinus), serta rusa dan monyet macaque. Keberadaan hewan-hewan ini mengindikasikan bahwa wilayah tersebut memiliki hutan, stepa, serta danau atau kolam yang cocok untuk hewan beriklim hangat.

Namun, sekitar 660 ribu tahun lalu, terjadi perubahan drastis. Monyet macaque dan kuda nil menghilang, digantikan oleh komunitas hewan yang didominasi oleh gajah berbelalai lurus (Palaeoloxodon antiquus) dan bison kayu Pleistosen (Bison schoetensacki). Komposisi fauna ini mencerminkan lingkungan yang lebih terbuka dengan hutan yang lebih sedikit, menandakan bahwa iklim saat itu jauh lebih dingin, bersamaan dengan periode glasiasi yang paling luas di zaman Pleistosen.

Kembalinya Perubahan Iklim

Saat iklim mulai menghangat kembali, sekitar 614 ribu tahun yang lalu, komunitas hewan di daerah tersebut kembali berubah. Fosil dari lapisan atas situs menunjukkan peningkatan populasi rusa yang memakan tanaman semak dan pepohonan, menunjukkan bahwa hutan telah kembali memenuhi area tersebut, mencerminkan pemulihan iklim yang lebih hangat.

Pengaruh Terhadap Migrasi Spesies di Eropa

Penemuan di Notarchirico tidak hanya memberikan wawasan tentang perubahan iklim, tetapi juga bagaimana berbagai spesies bermigrasi masuk dan keluar Eropa selama periode Pleistosen. Fosil yang ditemukan di situs ini mencakup beberapa bukti tertua di Eropa tentang keberadaan gajah berbelalai lurus (Palaeoloxodon antiquus), rusa merah (Cervus elaphus), serta bukti paling awal dari singa gua (Panthera spelaea) di Eropa Barat Daya.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya menggali kembali situs-situs arkeologi yang pernah dieksplorasi di masa lalu dan meninjau ulang koleksi museum lama yang seringkali terlupakan. Dengan mengintegrasikan koleksi paleontologi lama dengan temuan baru, para peneliti dapat melihat bagaimana ekosistem darat merespons perubahan iklim selama hampir 100.000 tahun.

Proyek penelitian ini adalah bagian dari inisiatif LATEUROPE yang dikoordinasikan oleh Dr. Marie Hélène Moncel, dengan dukungan dari beberapa lembaga arkeologi dan museum di Italia, termasuk Museo Archeologico Nazionale "Mario Torelli" dan Parco Paleolitico di Notarchirico.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#fosil #paleontologi #Perubahan Iklim #Penelitian Arkeologi #Evolusi hewan #GajahBerbelalaiLurus