RADARPAPUA - Penelitian terbaru mengungkap bagaimana hewan di Eropa Selatan beradaptasi dengan perubahan iklim drastis lebih dari 600 ribu tahun lalu. Penelitian yang dipublikasikan pada 23 Oktober 2024 di jurnal PLOS ONE ini dipimpin oleh Beniamino Mecozzi dari Sapienza Università di Roma dan koleganya, dengan fokus pada situs Notarchirico di Italia. Situs ini menyimpan fosil dari periode Pleistosen Awal-Tengah, yang mencakup rentang waktu antara 695 ribu hingga 614 ribu tahun lalu.
Perubahan Ekosistem Berdasarkan Bukti Fosil
Fosil mamalia di Notarchirico memberikan pandangan tentang perubahan iklim yang memengaruhi flora dan fauna setempat. Pada periode paling awal yang tercatat di situs ini, lingkungan Notarchirico ditandai dengan iklim hangat. Bukti fosil menunjukkan keberadaan hewan seperti kuda nil (Hippopotamus), badak (Stephanorhinus), rusa, dan monyet macaque. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah tersebut kaya akan hutan, stepa, dan badan air seperti danau atau kolam, yang mendukung kehidupan berbagai spesies khas cuaca hangat.
Namun, sekitar 660 ribu tahun lalu, perubahan signifikan terjadi. Monyet macaque dan kuda nil, yang identik dengan iklim hangat, menghilang dari catatan fosil, dan mamalia lain mengambil alih. Fauna di Notarchirico mulai didominasi oleh gajah berbelalai lurus (Palaeoloxodon antiquus) serta bison (Bison schoetensacki) yang menyerupai sapi, menunjukkan iklim yang lebih dingin dengan wilayah yang lebih terbuka dan minim hutan. Saat itu, Eropa berada pada puncak glasiasi Pleistosen, masa di mana gletser mencakup wilayah yang sangat luas.
Lapisan fosil di bagian atas situs menunjukkan peningkatan jumlah rusa yang makan dari semak-semak dan pepohonan, sebuah tanda bahwa iklim kembali menghangat dan wilayah tersebut tertutup hutan lagi. Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara perubahan iklim dan adaptasi fauna di kawasan Eropa Selatan selama ratusan ribu tahun.
Tidak hanya mencerminkan perubahan iklim, bukti fosil di Notarchirico juga memberikan wawasan tentang pergerakan spesies di Eropa selama Pleistosen. Situs ini menyimpan salah satu bukti paling awal di Eropa dari keberadaan gajah berbelalai lurus dan rusa merah (Cervus elaphus), serta bukti awal kehadiran singa gua (Panthera spelaea) di Eropa Barat Daya.
Pentingnya Penggalian dan Penelitian Ulang
Para peneliti menekankan pentingnya melanjutkan penggalian dan memeriksa ulang koleksi museum lama yang seringkali terlupakan. Dengan menggabungkan tinjauan koleksi paleontologi lama dengan penemuan baru, mereka mampu melacak bagaimana ekosistem daratan bereaksi terhadap perubahan iklim selama 100 ribu tahun.
Penelitian ini merupakan bagian dari proyek LATEUROPE yang dipimpin oleh Dr. Marie Hélène Moncel, bekerja sama dengan berbagai lembaga arkeologi Italia seperti Soprintendenza Archeologia Belle Arti e Paesaggio Basilicata dan Musei e Parchi Archeologici di Melfi dan Venosa. Koleksi yang dipelajari juga mencakup artefak di Museo Archeologico Nazionale "Mario Torelli" dan Parco Paleolitico di Notarchirico.
Penemuan fosil di Notarchirico memberikan gambaran berharga tentang bagaimana hewan di masa lalu menyesuaikan diri dengan fluktuasi iklim. Penelitian ini tidak hanya mengungkap sejarah alam yang tersembunyi, tetapi juga memberikan perspektif penting tentang bagaimana iklim masa lalu membentuk kehidupan di Bumi seperti yang kita ketahui hari ini.(aj)
Editor : Richard Lawongan