RADARPAPUA — Di Yerusalem, sebuah jejak kaki kucing berusia 1.200 tahun ditemukan pada pecahan guci tanah liat, memberikan bukti tertua tentang kebiasaan unik kucing yang dikenal sebagai "making biscuits" atau menginjak-injak dengan cakar.
Penemuan ini dilakukan secara tidak sengaja oleh tim arkeolog saat membersihkan guci di sebuah situs penggalian. Penelitian ini menawarkan wawasan menarik tentang interaksi antara manusia dan hewan di masa lalu, sekaligus memperlihatkan bagaimana kebiasaan kucing tetap tidak berubah selama berabad-abad.
Penemuan ini terjadi di sebuah kawasan yang dulu merupakan bagian dari Kekhalifahan Abbasiyah, yang berlangsung dari tahun 750 hingga 1258 M. Jejak kaki kucing tersebut muncul saat tim arkeolog membersihkan guci yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan barang-barang rumah tangga.
Menurut para ahli, jejak tersebut kemungkinan besar ditinggalkan oleh kucing yang berjalan di atas tanah liat basah ketika guci sedang dibuat atau sedang dijemur.
"Sangat menarik menemukan jejak kaki kucing di artefak berusia lebih dari satu milenium," kata seorang arkeolog yang terlibat dalam proyek tersebut. "Ini menunjukkan bahwa bahkan kucing zaman dahulu memiliki kebiasaan yang sama seperti kucing modern."
Temuan ini juga dianggap signifikan karena mengungkapkan interaksi antara manusia dan kucing pada masa itu. Meski kucing sudah lama menjadi bagian dari kehidupan manusia, penemuan ini menambah bukti bahwa hewan ini telah lama beradaptasi dengan kehidupan manusia, baik sebagai pemburu tikus maupun sebagai hewan peliharaan.
Arkeolog juga menyoroti bahwa guci tersebut ditemukan di lingkungan rumah tangga biasa, menunjukkan bahwa kucing sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat saat itu. Keberadaan kucing mungkin dianggap penting dalam menjaga persediaan makanan dari gangguan tikus dan hewan pengerat lainnya.
Jejak kaki ini dikenal sebagai "making biscuits," yaitu gerakan menginjak-injak yang biasa dilakukan kucing dengan menggunakan cakarnya. Para ahli kucing berpendapat bahwa perilaku ini adalah cara mereka menghibur diri atau menunjukkan rasa nyaman, perilaku yang sering terlihat pada kucing peliharaan hingga saat ini.
Penemuan ini menjadi pengingat menarik bahwa kebiasaan kecil kucing yang menggemaskan sudah ada sejak ratusan tahun lalu, memberikan bukti sejarah unik tentang hubungan manusia dengan hewan peliharaan mereka.
Selain itu, penemuan ini memberikan bukti baru tentang cara masyarakat kuno berinteraksi dengan hewan-hewan peliharaan mereka, sekaligus mengungkapkan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa lalu yang mungkin tidak tercatat dalam sejarah tertulis.
Para arkeolog berharap penemuan jejak kaki kucing ini akan mendorong lebih banyak penelitian terkait hubungan manusia dan hewan di masa lalu. Temuan semacam ini sering kali memberi wawasan baru tentang bagaimana manusia masa lampau hidup berdampingan dengan alam sekitar mereka dan hewan-hewan peliharaan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan