RADARPAPUA— Arkeolog dari Universitas Gothenburg menemukan dua makam megah yang berasal dari Zaman Perunggu di Hala Sultan Tekke, Siprus. Di dalamnya terdapat lebih dari 500 artefak, menunjukkan kemewahan dan hubungan perdagangan luas yang melibatkan Siprus, wilayah-wilayah Mediterania, hingga Asia.
Makam ini dipenuhi perhiasan emas dan permata langka seperti lapis lazuli dari Afghanistan dan karnelian dari India, mengungkap jaringan perdagangan lintas wilayah. Penemuan ini juga menunjukkan adanya pengaruh budaya Mesir, Minoan, dan Mycenaean melalui kerajinan dan gaya seni pada artefak yang ditemukan. Arkeolog menggambarkan makam ini sebagai salah satu yang terkaya di Mediterania, dengan struktur dan tata letak yang mengindikasikan status tinggi penghuni makam.
Selain emas dan permata, tim menemukan berbagai peralatan, keramik, dan sisa-sisa makanan yang menandakan gaya hidup mewah. Diperkirakan, daerah Hala Sultan Tekke menjadi pusat perdagangan besar karena keberadaan tambang tembaga yang merupakan komoditas utama untuk pembuatan perunggu—material penting pada masa itu.
Artefak-artefak ini memberikan wawasan penting tentang interaksi budaya dan ekonomi di Mediterania. Menurut ketua tim penelitian, makam ini mengungkapkan bahwa Siprus tidak hanya sebagai pusat ekonomi tetapi juga bagian dari pengaruh budaya besar pada Zaman Perunggu.
Penemuan makam ini berpotensi menulis ulang sejarah perdagangan dan pengaruh sosial di Mediterania. Melalui penelitian lebih lanjut, para arkeolog berharap dapat mengungkap lebih banyak mengenai asal usul dan perjalanan barang-barang mewah ini serta koneksi antarperadaban. Penemuan ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat kuno menghargai status dan kemewahan, serta peran penting Siprus sebagai titik temu peradaban.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan