RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari University of Colorado Anschutz Medical Campus mengungkapkan temuan menarik tentang suku asli Oceania yang membawa mutasi gen kuno. Menurut penelitian ini, mutasi gen yang diwariskan dari manusia purba, yang dikenal sebagai Denisovan, mungkin membuat suku-suku ini lebih rentan terhadap penyakit menular seperti flu.
Dipimpin oleh Profesor Paul Norman dari University of Colorado, studi ini menyoroti alel unik bernama KIR3DLI*114, yang ditemukan luas di kalangan penduduk asli Oceania, termasuk Australia, Papua Nugini, Samoa, dan Kepulauan Solomon. Tim peneliti percaya bahwa gen ini diadopsi ketika leluhur suku asli Oceania berinteraksi dan bercampur dengan Denisovan setelah bermigrasi keluar dari Afrika. Meskipun gen ini mungkin telah memberikan perlindungan pada masa lalu, kini alel ini justru meningkatkan kerentanan mereka terhadap penyakit menular tertentu.
“Pada masa lalu, alel ini mungkin menawarkan kekuatan perlindungan tertentu, dan itulah yang ingin kami pahami,” ujar Norman. Gen KIR3DLI*114 diperkirakan mempengaruhi respons kekebalan tubuh terhadap infeksi dengan melibatkan sel pembunuh alami (NK) yang memainkan peran penting dalam pertahanan tubuh. Dalam populasi ini, hingga 30% dari mereka membawa alel tersebut, setara dengan sekitar lima juta orang.
Penemuan ini membuka peluang baru dalam pemahaman tentang imunitas bawaan dan adaptif, serta dapat memberikan implikasi pada penelitian autoimunitas, kanker, imunoterapi, dan penyakit neurologis. Profesor Norman menjelaskan, “Ini adalah pertama kalinya kita mendapatkan gambaran jelas tentang fungsi salah satu gen purba ini. Tujuan besarnya adalah mengurangi ketimpangan kesehatan dan meningkatkan pengobatan bagi populasi suku asli saat ini.”
Studi ini merupakan kolaborasi global dengan para pakar imunologi, ahli penyakit menular, dan peneliti kesehatan dari University of Melbourne, Universitas Oxford, serta institusi lainnya. Hasilnya memberi wawasan baru tentang bagaimana genetika arkais masih memengaruhi kesehatan generasi masa kini, khususnya di wilayah Oceania, di mana peninggalan dari leluhur purba mereka masih terlihat dalam tantangan kesehatan yang mereka hadapi.(aj)
Editor : Richard Lawongan