RADARPAPUA - Para arkeolog menemukan sandal militer Romawi berusia 2.000 tahun di kawasan benteng Romawi kuno dekat Bavaria, Jerman.
Sandal ini, yang dikenal sebagai caliga, merupakan sepatu tempur dengan paku-paku logam di sol untuk meningkatkan cengkeraman di medan yang kasar. Temuan unik ini memberikan wawasan tentang peralatan dan kehidupan sehari-hari para prajurit Romawi yang pernah menempati wilayah tersebut.
Ditemukan bersama dengan sisa-sisa makanan, keramik, dan artefak lainnya, sandal ini memperkaya informasi terkait aktivitas harian di pemukiman Romawi. Analisis X-ray menunjukkan struktur paku yang rumit, menjelaskan kemampuan teknologi Romawi dalam membuat alas kaki yang sesuai dengan kebutuhan perang pada masa itu.
Caligae ini bukan hanya sepatu tetapi juga simbol militer bagi tentara Romawi, digunakan oleh prajurit dan perwira. Penemuan ini menjadi bukti kuat bahwa teknologi dan inovasi memainkan peran penting dalam strategi militer Romawi yang akhirnya membantu dalam memperluas kekaisaran mereka hingga ke wilayah yang sekarang menjadi Jerman modern.
Penemuan ini didapatkan oleh sekelompok arkeolog Jerman yang sedang melakukan ekskavasi di sekitar bekas benteng. Mereka menemukan lapisan tanah yang mengandung sejumlah barang peninggalan Romawi, termasuk tembikar, sisa-sisa makanan, dan sandal berpaku. Sandal tersebut masih cukup utuh, dengan sisa-sisa paku logam yang terpasang di sol, memberi gambaran jelas tentang desain alas kaki yang dirancang untuk stabilitas dan ketahanan.
Para ahli menjelaskan bahwa paku-paku ini dipasang dengan hati-hati di area yang secara strategis akan memberikan cengkeraman pada medan yang licin atau bergelombang. Desain seperti ini adalah bagian dari inovasi yang memperkuat posisi kekaisaran Romawi di garis depan, menunjukkan bahwa aspek kehidupan sehari-hari dari para prajurit mereka sangat diperhitungkan. Penemuan sandal tersebut bersama sisa-sisa tembikar dan artefak lainnya membantu para arkeolog memahami bagaimana kehidupan berlangsung di kawasan tersebut.
Para ahli berharap bahwa dengan temuan seperti ini, mereka dapat lebih memahami bagaimana orang-orang Romawi tinggal, bekerja, dan berinteraksi di luar pusat-pusat kota utama. Selain itu, sandal tersebut menjadi simbol dari kehadiran militer Romawi yang luas dan mencerminkan upaya mereka dalam beradaptasi dengan kondisi geografis yang beragam di seluruh wilayah kekaisaran.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan