Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sinus Besar Menghalangi Thalattosuchian Menjadi Penyelam Laut Dalam Seperti Paus

Prisilia Rumengan • Kamis, 31 Oktober 2024 | 10:20 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

RADARPAPUA - Sebuah tim internasional paleobiolog baru-baru ini mengungkap bagaimana struktur sinus besar pada thalattosuchian, kerabat purba buaya, membatasi mereka untuk berevolusi menjadi penyelam laut dalam seperti cetacea modern. Penemuan ini dipublikasikan dalam Royal Society Open Science dan memberikan wawasan baru tentang adaptasi dan keterbatasan yang dialami oleh spesies ini.

Perbandingan Evolusi Thalattosuchian dan Cetacea

Paus dan lumba-lumba (cetacea) berevolusi dari mamalia darat menjadi makhluk akuatik sepenuhnya selama sekitar 10 juta tahun. Selama proses ini, mereka mengalami penyusutan pada sinus yang tertutup oleh tulang serta pengembangan sinus dan kantung udara eksternal. Adaptasi ini memungkinkan cetacea menyelam hingga ratusan hingga ribuan meter tanpa merusak tulang tengkoraknya.

Sebaliknya, thalattosuchian yang hidup di era Jurassic dan Cretaceous tidak mampu mencapai kedalaman laut yang sama. Thalattosuchian terdiri dari dua kelompok utama: Teleosauridae, yang hidup di perairan pesisir, dan Metriorhynchidae, yang lebih beradaptasi untuk hidup di laut dengan tubuh streamline, sirip, dan ekor yang menyerupai ikan.

Sinus dan Adaptasi Laut Thalattosuchian

Para peneliti menggunakan computed tomography (CT) untuk memeriksa sinus pada tengkorak 11 spesies thalattosuchian dan membandingkannya dengan spesies buaya modern serta fosil lainnya. Mereka menemukan bahwa sinus di bagian otak menurun pada fase semi-akuatik thalattosuchian. Namun, setelah menjadi makhluk laut sepenuhnya, sinus hidung mereka justru berkembang.

Menurut Dr. Mark Young, peneliti utama dari Universitas Southampton, "penyusutan sinus di otak thalattosuchian menyerupai cetacea, namun sinus hidung mereka berkembang pesat, yang menyebabkan ketidakmampuan mereka untuk menyelam lebih dalam." Ketika mencapai kedalaman besar, udara di dalam sinus hidung akan terkompresi, menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan kerusakan pada tengkorak.

Berbeda dengan cetacea yang memiliki ginjal efisien untuk menyaring garam laut, reptil laut seperti thalattosuchian dan burung laut mengandalkan kelenjar garam untuk mengeluarkan garam dari tubuh mereka. Para ilmuwan percaya bahwa sinus hidung yang kompleks pada metriorhynchids mungkin membantu mereka dalam menguras kelenjar garam, mirip dengan iguana laut yang bersin untuk mengeluarkan garam.

Dr. Young menjelaskan bahwa sinus besar ini menciptakan efek “bellows” saat otot rahang berkontraksi, menghasilkan tekanan yang memungkinkan kelenjar garam bekerja lebih efektif. Proses ini sangat mirip dengan mekanisme bersin pada iguana laut modern untuk mengeluarkan garam yang terakumulasi.

Signifikansi Evolusi

Studi ini menyoroti bagaimana perubahan besar dalam evolusi terjadi, dipengaruhi oleh anatomi dan sejarah biologi masing-masing spesies. "Menarik untuk melihat bagaimana makhluk purba seperti thalattosuchian beradaptasi di laut dengan cara unik yang berbeda dari cetacea modern," ujar Dr. Julia Schwab dari Universitas Manchester, salah satu peneliti dalam studi ini.

Dr. Young menambahkan, “Thalattosuchian mungkin telah mengalami perubahan evolusi lebih lanjut jika tidak mengalami kepunahan pada awal periode Cretaceous. Namun, tantangan mekanis dalam menguras kelenjar garam tampaknya menjadi batas evolusi mereka di laut.”

Penelitian ini mengungkapkan bagaimana faktor fisik dapat menjadi penghalang dalam evolusi makhluk laut purba, menunjukkan bahwa keterbatasan biologis dapat memengaruhi perjalanan evolusi suatu spesies.(aj) 

 
Editor : Prisilia Rumengan
#adaptasi #paleontologi #Thalattosuchia #Cetacea #Evolusi