Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Patung Penjaga Gerbang di Situs Warisan Dunia Angkor

Richard Lawongan • Jumat, 1 November 2024 | 14:40 WIB

 

 

Patung penjaga pintu dari Angkor Thom
Patung penjaga pintu dari Angkor Thom

RADARPAPUA - Penemuan arkeologis terbaru di Situs Warisan Dunia Angkor, dekat kota Siem Reap, Kamboja, mengungkap keberadaan selusin patung batu pasir berusia berabad-abad yang disebut sebagai “penjaga gerbang.” Penemuan yang luar biasa ini diumumkan oleh Otoritas Nasional Apsara, lembaga pemerintah yang mengelola situs arkeologi tersebut. Patung-patung ini ditemukan di dekat gerbang utara yang mengarah ke Istana Kerajaan Angkor Thom, ibu kota terakhir Kekaisaran Khmer yang dibangun pada abad ke-11.

Sejarah dan Makna Patung Penjaga Patung-patung tersebut menggambarkan sosok penjaga yang berdiri waspada, dengan tinggi bervariasi antara sekitar 1 hingga 1,1 meter. Ditemukan di kedalaman 1,4 meter di bawah tanah, banyak patung masih dalam kondisi baik, bahkan beberapa memiliki ornamen wajah dan kumis khas yang memperlihatkan keunikannya. Menurut ahli arkeologi Sorn Chanthorn, patung-patung ini mencerminkan Gaya Khneang, gaya seni yang sesuai dengan periode konstruksi Istana abad ke-11.

Long Kosal, juru bicara Otoritas Nasional Apsara, menyatakan bahwa tim arkeolog melakukan penggalian setelah mengevaluasi struktur gerbang kuno dan mencari batu-batu yang mungkin telah jatuh di sekitar pintu gerbang. Temuan ini dianggap sangat signifikan dalam mengungkap sejarah dan kebudayaan Khmer, serta memperkuat identitas budaya yang terlupakan oleh waktu.

Angkor Thom adalah bagian dari Taman Arkeologi Angkor, kompleks arkeologi seluas 400 kilometer persegi yang juga mencakup candi terkenal Angkor Wat. Kompleks ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1992 dan merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler di Asia Tenggara, yang menarik lebih dari 500.000 wisatawan internasional pada paruh pertama tahun 2024.

Penemuan ini merupakan hasil dari proyek kolaboratif antara Apsara dan Tim Pemerintah China-Kamboja untuk Perlindungan Angkor. Setelah ditemukan, tim arkeologi dengan cermat mendokumentasikan posisi patung-patung sebelum memindahkannya untuk dibersihkan dan direstorasi. Nantinya, patung-patung ini akan dikembalikan ke lokasi aslinya.

Pentingnya Pelestarian dan Tantangan Sosial Dalam beberapa dekade terakhir, Kamboja telah mengalami tren positif dalam mengembalikan artefak budaya yang sebelumnya dijarah atau diselundupkan selama masa perang dan ketidakstabilan, termasuk periode kekuasaan Khmer Merah pada tahun 1970-an. Pada bulan Agustus lalu, Kamboja merayakan kembalinya puluhan artefak dari museum dan koleksi pribadi di luar negeri.

Namun, upaya pelestarian Angkor juga memunculkan kritik terkait pemindahan ribuan keluarga yang tinggal di sekitar situs, yang dikutuk oleh Amnesty International sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Komite Warisan Dunia PBB bahkan merekomendasikan agar Kamboja mengundang tim ahli baru untuk memantau situasi sosial di wilayah tersebut.

Penemuan patung-patung ini bukan hanya menguatkan sejarah panjang peradaban Khmer, tetapi juga menandai komitmen untuk melestarikan dan merayakan kekayaan budaya Kamboja, sebuah kekayaan yang terus menginspirasi dunia hingga kini.(aj)

 
 
Editor : Richard Lawongan
#warisan budaya #Kamboja #patung #Angkor Thom #arkeologi