Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Evolusi Sayap dan Kaki Kelelawar yang Terikat, Membatasi Adaptasi Ekologis Dibandingkan Burung

Prisilia Rumengan • Senin, 4 November 2024 | 10:00 WIB

 

Gambar Ilustrasi kelelawar.
Gambar Ilustrasi kelelawar.

RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari Cornell University mengungkapkan bahwa evolusi sayap dan kaki pada kelelawar berjalan bersamaan, berbeda dengan burung yang memiliki evolusi lebih mandiri. Hal ini bisa menjelaskan mengapa kelelawar tidak mampu mengeksplorasi berbagai ceruk ekologis seperti burung.

Menurut Andrew Orkney, peneliti postdoctoral di laboratorium Prof. Brandon Hedrick, temuan ini mengejutkan karena mereka awalnya mengira evolusi kelelawar mirip dengan burung, dengan sayap dan kaki berevolusi secara independen. Namun, penelitian menunjukkan sebaliknya; perubahan pada sayap kelelawar selalu diikuti perubahan pada kaki, yang membatasi kemampuannya beradaptasi.

Penelitian ini, yang dipublikasikan di Nature Ecology and Evolution pada 1 November, membandingkan kelelawar dan burung sebagai model evolusi penerbangan karena mereka tidak memiliki nenek moyang terbang yang sama. Pada burung, korelasi bentuk sayap dan kaki hampir tidak ada, sedangkan pada kelelawar kedua bagian tersebut saling berhubungan erat. Dengan kata lain, perubahan pada sayap akan memengaruhi bentuk kaki pada arah yang sama.

Menurut Hedrick, evolusi terikat ini menjadi salah satu alasan mengapa kelelawar kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru dibandingkan burung, yang dapat mengembangkan adaptasi unik untuk beragam habitat.

Orkney dan timnya kini berfokus untuk memahami lebih jauh evolusi sayap dan kaki burung guna menggali alasan di balik keberhasilan adaptasi ekologi mereka yang begitu beragam.(aj)

 
Editor : Prisilia Rumengan
#Burung #kelelawar #ekologi #Evolusi #biologi