Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

AI Menghidupkan Kembali Sejarah, Gulungan Pompeii Menyingkap Kehidupan Setelah Alexander Agung

Prisilia Rumengan • Senin, 4 November 2024 | 16:26 WIB
mosaik kuno di Pompeii, Italia
mosaik kuno di Pompeii, Italia

RADARPAPUA - Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mencapai terobosan baru dalam dunia arkeologi dengan berhasil mengungkap isi gulungan kuno yang terkubur selama 2000 tahun setelah meletusnya Gunung Vesuvius.

Gulungan ini dipercaya berisi informasi penting mengenai kehidupan setelah era Alexander Agung, terutama mengenai dinasti dan kekuasaan yang muncul setelahnya.

Dengan bantuan algoritma pembelajaran mesin, tim ilmuwan berhasil mengidentifikasi kata-kata dan frasa pada gulungan tersebut, yang sebelumnya tidak dapat diakses karena kondisi gulungan yang rapuh dan tertutup oleh lapisan tebal abu vulkanik.

Gulungan ini ditemukan di Herculaneum, sebuah kota kuno yang juga terdampak letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi, dan telah menjadi objek penelitian intensif selama bertahun-tahun.

Proyek ini dipimpin oleh para peneliti dari berbagai lembaga terkemuka yang bekerja sama untuk mengembangkan AI khusus yang mampu membaca teks kuno tanpa merusak artefak fisiknya.

Dalam prosesnya, AI dilatih untuk mengenali pola-pola huruf dari periode Helenistik dan membantu menyusun kalimat serta paragraf yang hilang dari gulungan tersebut. Salah satu peneliti, Dr. Brent Seales dari Universitas Kentucky, menjelaskan bahwa teknik ini memungkinkan mereka untuk membaca teks yang sangat sulit dibuka tanpa merusak gulungan asli.

Menurut laporan, gulungan ini diperkirakan mengandung informasi tentang perkembangan politik, sosial, dan budaya yang terjadi setelah Alexander Agung wafat. Hal ini termasuk pertarungan kekuasaan antara para penerusnya yang dikenal sebagai Diadochi, yang bertarung demi kendali atas bekas wilayah kekaisaran Alexander.

Gulungan tersebut diyakini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena dapat memberikan wawasan baru mengenai bagaimana kekaisaran Helenistik terbentuk dan berkembang setelah pemimpin legendaris tersebut meninggal.

Kemajuan dalam proyek ini membuka peluang baru bagi penelitian arkeologi dan sejarah, terutama dalam upaya mengungkap teks-teks kuno yang sebelumnya dianggap mustahil untuk dipulihkan.

Penemuan ini diharapkan memberikan kontribusi besar dalam memahami kehidupan pada masa-masa krusial dalam sejarah dunia Helenistik.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Alexander Agung #Teknologi #arkeolog #penemuan #Artifical Intelligence #Kematian #pompeii #sejarah