Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Temuan Mengejutkan! Gulungan Kuno dari Gunung Vesuvius yang Terbakar Berhasil Terbaca, Peneliti Dapat Hadiah Rp 10 Miliar!

Richard Lawongan • Senin, 4 November 2024 | 17:46 WIB
Youssef Nader, pemenang Vesuvius Challenge, menerima $700.000 karena berhasil mengungkap teks pada gulungan yang berusia hampir 2.000 tahun.
Youssef Nader, pemenang Vesuvius Challenge, menerima $700.000 karena berhasil mengungkap teks pada gulungan yang berusia hampir 2.000 tahun.

Teks di gulungan ini ditulis dalam bahasa Yunani kuno dan membahas filosofi tentang kesenangan dalam hidup tanpa rasa sakit atau ketakutan, sesuai pandangan filsuf Epicurean. Dengan teknologi kecerdasan buatan, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Youssef Nader, Luke Farritor, dan Julian Schilliger berhasil membaca sekitar 2.000 karakter, atau sekitar 5% dari gulungan tersebut. Mereka pun memenangkan hadiah sebesar 700 ribu dolar AS (sekitar Rp 10 miliar) untuk prestasi mereka dalam “Vesuvius Challenge.”

Tantangan Vesuvius ini pertama kali diadakan pada Maret 2023, diinisiasi oleh Brent Seales, profesor ilmu komputer di Universitas Kentucky; Nat Friedman, mantan CEO GitHub; dan Daniel Gross, pendiri mesin pencari Cue. Mereka ingin menemukan cara agar teks di gulungan yang terbakar ini bisa terbaca kembali. Gulungan-gulungan tersebut ditemukan pada 1750 di kota kuno Herculaneum oleh seorang petani yang tidak sengaja menemukan reruntuhan vila.

Para peneliti menimbang gulungan yang baru saja diuraikan sebagian.
Para peneliti menimbang gulungan yang baru saja diuraikan sebagian.

Untuk mengikuti tantangan ini, para peserta diberi akses ke gambar gulungan yang diambil dengan mesin khusus dan program komputer yang membantu melihat gulungan secara virtual. Hadiah uang lebih dari satu juta dolar ditawarkan kepada siapa saja yang berhasil membaca gulungan kuno ini.

Nader, seorang mahasiswa doktoral di Berlin asal Mesir, merasa bangga bisa ikut berkontribusi. "Seperti melanjutkan semangat nenek moyang saya yang menciptakan papirus," ujarnya. Berkat kerja keras timnya, sebagian teks kuno berhasil “dibangkitkan” kembali.

Para peneliti memindai sebuah papirus di akselerator partikel Diamond Light Source dekat Oxford, Inggris.
Para peneliti memindai sebuah papirus di akselerator partikel Diamond Light Source dekat Oxford, Inggris.

Dalam kompetisi ini, para peserta diminta membaca setidaknya empat bagian teks yang berisi 140 karakter masing-masing. Untuk memastikan ketepatan hasil, juri meminta peserta menyerahkan kode program yang mereka gunakan, agar juri bisa memeriksa apakah hasilnya konsisten. Model kecerdasan buatan ini pun dilatih secara hati-hati agar tidak salah mendeteksi huruf.

Diperkirakan teks ini ditulis oleh seorang filsuf Epicurean bernama Philodemus, yang hidup sekitar tahun 110 hingga 30 SM. Philodemus berpendapat bahwa jumlah sesuatu tidak selalu membuatnya lebih menyenangkan. Misalnya, makanan yang langka belum tentu lebih nikmat dibandingkan dengan makanan yang melimpah.

Gulungan yang terbentang berusia hampir 2.000 tahun.
Gulungan yang terbentang berusia hampir 2.000 tahun.

Menurut Richard Janko, seorang profesor di Universitas Michigan, ini adalah temuan luar biasa. Ia menambahkan, “Apakah penulisnya benar Philodemus, yang juga guru penyair Vergil? Sangat mungkin. Peneliti akan terus menyempurnakan cara membaca tinta pada gulungan ini, jadi banyak misteri yang mungkin akan segera terjawab.” (*)

Editor : Richard Lawongan
#Gulungan kuno #letusan #kecerdasan buatan #Philodemus #Sejarah Romawi #Penemuan Arkeologi #Vesuvius Challenge #Roma Kuno #Gunung Vesuvius #Papirus