RADARPAPUA — Penemuan menakjubkan di Provinsi Shaanxi, China, dapat mengungkap asal usul bronzeware kuno dengan ditemukannya sisa-sisa reruntuhan kota lengkap dari Zaman Perunggu.
Tim arkeolog kini telah menggali ratusan artefak berharga di situs arkeologi Zhaigou, sekitar 110 kilometer selatan Kota Yulin, termasuk bejana perunggu, keramik berlukis, ornamen bertatahkan pirus, dan potongan giok yang dipahat.
Artefak-artefak ini diperkirakan berasal lebih dari 3.000 tahun silam, atau pada masa Dinasti Shang (1600-1046 SM). Sejumlah laporan menyatakan bahwa situs ini adalah yang terbesar di wilayah tersebut, mencakup lebih dari 1,2 mil persegi dan terdiri dari 11 bukit, menjadikannya lokasi kota Zaman Perunggu paling luas yang pernah ditemukan di kawasan itu.
Sejak 1940-an, masyarakat setempat telah menemukan benda-benda kuno di tanah mereka, tetapi asal usulnya tidak diketahui.
Penemuan terbaru di Zhaigou yang mencakup sisa-sisa permukiman besar beserta struktur dan makam, kini memberikan jawaban atas misteri tersebut. Di dalamnya terdapat berbagai bangunan, bengkel kerajinan, dan tungku tembikar yang menunjukkan kompleksitas kota tersebut.
Para ahli percaya bahwa Zhaigou mungkin pernah menjadi pusat kekuasaan dari sebuah negara bagian independen sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Dinasti Shang.
Menurut Xu Lianggao dari Institut Arkeologi China, semua elemen utama dari permukiman pusat, seperti makam aristokrat dan bangunan besar, ditemukan di sini. Makam-makam tersebut memiliki lorong khusus, menandakan status sosial tinggi bagi pemiliknya.
Tim arkeolog, yang memulai penggalian sejak Juni 2022, menemukan sembilan makam aristokrat, tujuh di antaranya berbentuk persegi panjang dengan lorong masuk. “Lorong pada makam menunjukkan status sosial tinggi,” jelas Sun Zhanwei dari Akademi Arkeologi Shaanxi.
Selain itu, arsitektur bangunan di pusat kota menggunakan teknik tanah yang dipadatkan, menunjukkan teknik bangunan yang maju untuk zamannya.
Menurut laporan CGTN, sejumlah artefak kereta kuda perunggu beserta sisa-sisa kuda juga ditemukan, membuka wawasan baru tentang perkembangan penggunaan kereta dan adat pemakaman di China kuno.
Lebih dari 200 artefak, termasuk barang-barang dari kayu berlapis pernis, serupa dengan yang ditemukan di situs Dinasti Shang lainnya.
Para ahli menyatakan bahwa reruntuhan ini mungkin merupakan pusat kekuasaan dari sebuah negara yang akhirnya ditaklukkan oleh Shang, yang berpusat di Yinxu, Henan.
Dengan temuan ini, situs Zhaigou berperan penting dalam memahami sejarah perkembangan peradaban dan organisasi sosial di wilayah utara China pada era kuno.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan