Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Planet Slushy: Era "Plumeworld Ocean" saat Bumi Mencair Akhir Zaman Es

Prisilia Rumengan • Rabu, 6 November 2024 | 19:42 WIB
Gambar Ilustrasi bumi mencair
Gambar Ilustrasi bumi mencair

RADARPAPUA - Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Virginia Tech mengungkap masa transisi yang menakjubkan pada akhir zaman es global terakhir, ketika Bumi yang membeku mencair secara besar-besaran dan membentuk "planet slushy" atau era plumeworld ocean. Penelitian ini menyediakan bukti geokimia pertama dari kondisi ekstrim tersebut, dengan kadar karbon dioksida yang tinggi menyebabkan es yang membekukan permukaan Bumi meleleh dengan cepat.

Sekitar 635 hingga 650 juta tahun lalu, suhu global turun drastis dan lapisan es mulai meluas hingga hampir menutupi Bumi. Proses alam seperti siklus air dan pelapukan kimia terhenti akibat es yang menutup lautan, yang kemudian menyebabkan karbon dioksida menumpuk di atmosfer dan menciptakan perangkap panas. Menurut Shuhai Xiao, salah satu penulis studi, kondisi ini berlangsung hingga akumulasi karbon dioksida mencapai batas tertentu yang akhirnya memecahkan pola es.

Saat batas ini tercapai, suhu Bumi melonjak, dan lapisan es mulai mencair. Selama sekitar 10 juta tahun, Bumi mengalami perubahan drastis dari suhu -50°F ke 120°F (-45°C ke 48°C). Namun, proses pencairan ini tidak terjadi serentak. Lapisan es yang mencair mengalir ke lautan dengan arus deras, menciptakan lapisan air tawar di atas air laut yang lebih asin dan padat, seperti tsunami terbalik.

Peneliti mendukung teori ini dengan mempelajari batuan karbonat yang terbentuk saat akhir zaman es global. Kandungan isotop litium dalam batuan tersebut mengindikasikan adanya lapisan air tawar di dekat pesisir, sejalan dengan teori plumeworld ocean yang menggambarkan perbedaan antara air lelehan tawar dan air laut asin.

Penemuan ini membuka wawasan baru tentang batas perubahan lingkungan ekstrem serta ketahanan kehidupan di bawah kondisi alam yang ekstrim, baik panas, dingin, maupun cairan slushy. Studi ini juga melibatkan kolaborator dari berbagai institusi internasional yang turut memperkuat bukti ilmiah mengenai periode unik dalam sejarah Bumi ini.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#PlanetSlushy #Perubahan Iklim #Geokimia #PlumeworldOcean #ZamanEsGlobal