RADARPAPUA - Sebuah cabang Sungai Nil yang sekarang sudah mengering dulu membantu bangsa Mesir kuno membangun piramida-piramida terkenal mereka, termasuk yang ada di Giza. Penelitian baru menemukan bahwa cabang sungai yang disebut "Ahramat" ini dulunya panjangnya sekitar 64 kilometer dan berada sangat dekat dengan lokasi pembangunan piramida, sehingga memudahkan pengangkutan bahan bangunan.
Para peneliti menggunakan gambar satelit, pengeboran tanah dalam, dan tes geofisika untuk menemukan sisa-sisa cabang sungai Ahramat ini. Mereka melihat bahwa banyak piramida memiliki jalur yang menuju ke sungai ini dan berakhir di "kuil lembah," yang kemungkinan berfungsi sebagai pelabuhan sungai untuk menerima bahan bangunan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa cabang sungai ini dulu berada lebih ke barat selama masa Kerajaan Lama (sekitar 2649–2150 SM) dan kemudian bergeser ke timur pada masa Kerajaan Pertengahan (sekitar 2030–1640 SM). Akhirnya, cabang sungai ini mengering seiring waktu, kemungkinan karena kekeringan.
Sekarang, bekas jalur cabang sungai ini tertutup oleh ladang dan gurun.
Seorang ahli sejarah alam dari Universitas Bergen, Hader Sheisha, mengatakan bahwa temuan ini menguatkan bahwa jaringan air Sungai Nil memang sangat penting untuk membangun piramida.
Zahi Hawass, mantan menteri peninggalan Mesir, juga menambahkan bahwa sudah ada bukti sebelumnya yang menunjukkan bahwa bahan bangunan diangkut melalui pelabuhan sungai dekat lokasi piramida, sesuai catatan dalam papirus kuno.
Penelitian ini juga didukung oleh Nick Marriner, seorang peneliti dari Prancis. Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa bentuk aliran Sungai Nil pada masa piramida dibangun sangat berbeda dari yang ada sekarang, dan membantu kita memahami bagaimana Mesir kuno menggunakan sungai dan aliran banjirnya untuk memindahkan bahan bangunan ke lokasi piramida. (*)
Editor : Richard Lawongan