Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Terungkap! Cabang Sungai Nil yang Hilang Jadi Kunci Pembangunan Piramida Mesir!

Richard Lawongan • Rabu, 6 November 2024 | 23:19 WIB

Sebuah cabang Sungai Nil yang kini telah punah mungkin telah memainkan peran penting dalam pembangunan piramida seperti Piramida Tangga Djoser.
Sebuah cabang Sungai Nil yang kini telah punah mungkin telah memainkan peran penting dalam pembangunan piramida seperti Piramida Tangga Djoser.

RADARPAPUA -
Sebuah cabang Sungai Nil yang sekarang sudah mengering dulu membantu bangsa Mesir kuno membangun piramida-piramida terkenal mereka, termasuk yang ada di Giza. Penelitian baru menemukan bahwa cabang sungai yang disebut "Ahramat" ini dulunya panjangnya sekitar 64 kilometer dan berada sangat dekat dengan lokasi pembangunan piramida, sehingga memudahkan pengangkutan bahan bangunan.

Para peneliti menggunakan gambar satelit, pengeboran tanah dalam, dan tes geofisika untuk menemukan sisa-sisa cabang sungai Ahramat ini. Mereka melihat bahwa banyak piramida memiliki jalur yang menuju ke sungai ini dan berakhir di "kuil lembah," yang kemungkinan berfungsi sebagai pelabuhan sungai untuk menerima bahan bangunan.

Garis putus-putus biru pada peta ini menunjukkan bagaimana cabang kuno Sungai Nil mengular di sepanjang situs-situs piramida.
Garis putus-putus biru pada peta ini menunjukkan bagaimana cabang kuno Sungai Nil mengular di sepanjang situs-situs piramida.

Penelitian juga menunjukkan bahwa cabang sungai ini dulu berada lebih ke barat selama masa Kerajaan Lama (sekitar 2649–2150 SM) dan kemudian bergeser ke timur pada masa Kerajaan Pertengahan (sekitar 2030–1640 SM). Akhirnya, cabang sungai ini mengering seiring waktu, kemungkinan karena kekeringan.

Sekarang, bekas jalur cabang sungai ini tertutup oleh ladang dan gurun.

Seorang ahli sejarah alam dari Universitas Bergen, Hader Sheisha, mengatakan bahwa temuan ini menguatkan bahwa jaringan air Sungai Nil memang sangat penting untuk membangun piramida.

Zahi Hawass, mantan menteri peninggalan Mesir, juga menambahkan bahwa sudah ada bukti sebelumnya yang menunjukkan bahwa bahan bangunan diangkut melalui pelabuhan sungai dekat lokasi piramida, sesuai catatan dalam papirus kuno.

Penelitian ini juga didukung oleh Nick Marriner, seorang peneliti dari Prancis. Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa bentuk aliran Sungai Nil pada masa piramida dibangun sangat berbeda dari yang ada sekarang, dan membantu kita memahami bagaimana Mesir kuno menggunakan sungai dan aliran banjirnya untuk memindahkan bahan bangunan ke lokasi piramida. (*)

Editor : Richard Lawongan
#sungai nil #Pengangkutan bahan bangunan #Cabang sungai kuno #Ahramat branch #Piramida Mesir #Penemuan geologi #Arkeologi Mesir #piramida giza #Sungai Nil hilang #Situs piramida #Konstruksi Piramida