Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Chromosphaera perkinsii: Makhluk Satu Sel yang Memiliki “Embrio” Sebelum Kehidupan Hewan Muncul

Prisilia Rumengan • Kamis, 7 November 2024 | 11:46 WIB
Gambar perkembangan multiseluler dari ichthyosporean Chromosphaera perkinsii, sepupu dekat hewan. Warna merah adalah membran dan warna biru adalah inti dengan DNA-nya.
Gambar perkembangan multiseluler dari ichthyosporean Chromosphaera perkinsii, sepupu dekat hewan. Warna merah adalah membran dan warna biru adalah inti dengan DNA-nya.

 

RADARPAPUA - Pada tahun 2017, para ilmuwan menemukan spesies bernama Chromosphaera perkinsii di sedimen laut sekitar Hawaii. Organisme ini mungkin hanya berukuran satu sel, tetapi ia menyimpan rahasia besar evolusi. C. perkinsii diperkirakan telah ada lebih dari satu miliar tahun yang lalu, jauh sebelum kemunculan kehidupan hewan pertama. Menariknya, spesies ini menunjukkan struktur multiseluler yang menyerupai tahap awal embrio hewan, memberikan petunjuk bahwa alam mungkin sudah memiliki “alat genetik” untuk menciptakan kehidupan kompleks sebelum hewan muncul.

Penelitian terbaru dari Universitas Jenewa (UNIGE) mengungkapkan bahwa C. perkinsii, meskipun tetap berstatus uniseluler, bisa membentuk koloni sel yang terkoordinasi dan menunjukkan diferensiasi seperti pada perkembangan embrionik. Saat mencapai ukuran maksimal, sel-sel ini akan terbagi namun tidak tumbuh lagi, membentuk struktur yang bertahan sekitar sepertiga dari siklus hidupnya dan menunjukkan dua tipe sel berbeda. Fenomena ini sangat mengejutkan untuk makhluk satu sel seperti C. perkinsii.

Kehadiran struktur yang menyerupai embrio ini menunjukkan bahwa proses pengembangan multiseluler mungkin sudah dimulai jauh sebelum hewan pertama muncul. Bahkan, analisis genetik dari C. perkinsii menunjukkan kemiripan dengan aktivitas gen pada embrio hewan. Ini memberi indikasi bahwa "kode genetik" untuk perkembangan kompleks mungkin sudah tertanam dalam bentuk kehidupan awal, atau mungkin evolusi perkembangan multiseluler ini terjadi secara terpisah dalam spesies ini.

Penelitian ini juga membuka kemungkinan bahwa mekanisme perkembangan embrionik atau multiseluler tidak hanya terbatas pada garis keturunan hewan. Dengan temuan ini, kita mungkin perlu memikirkan ulang tentang bagaimana kehidupan multiseluler berevolusi. C. perkinsii menunjukkan bahwa kemampuan untuk membentuk struktur menyerupai embrio bisa jadi sudah ada sejak lama, bahkan dalam bentuk kehidupan paling primitif.

Studi ini menantang konsep lama tentang evolusi dan menyoroti bahwa evolusi kehidupan kompleks bisa jadi dimulai dari entitas sederhana. C. perkinsii menjadi “jendela” baru untuk melihat jauh ke masa lalu dan memahami bagaimana alam merintis kehidupan multiseluler miliaran tahun sebelum kehidupan hewan benar-benar dimulai.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Sejarah Biologi #SelUniseluler #ChromosphaeraPerkinsii #Evolusi #Kehidupan