RADARPAPUA- Sisa-sisa supernova pertama yang pernah tercatat oleh manusia, yang muncul di langit lebih dari 1.800 tahun lalu dan menghilang dalam delapan bulan, bangkit kembali dari kubur kosmik. Dalam gambar baru yang memukau dari NOIRLab, National Science Foundation.
Awan gas berwarna merah darah yang berputar di sekitar pusat massa yang tak terlihat diyakini sebagai sisa-sisa terakhir bintang yang meledak dengan sangat terang dan hebat sehingga ledakannya terlihat di langit malam Bumi selama hampir setahun pada tahun 185 M.
Para astronom Tiongkok yang menyaksikan fenomena ini menyebutnya sebagai "Guest Star" karena muncul tiba-tiba di tempat yang sebelumnya tidak ada bintang, kemudian perlahan memudar kembali ke latar belakang kosmik.
Astronom modern telah menghubungkan catatan sejarah tersebut dengan sisa supernova bernama SN 185, yang terletak sekitar 8.000 tahun cahaya dari Bumi di dekat rasi bintang Circinus dan Centaurus.
Awalnya, diperkirakan bahwa sisa supernova ini berusia sekitar 10.000 tahun berdasarkan seberapa jauh sisa-sisa gas itu telah bergerak dari lokasi bintang mati tersebut. Namun, kini para astronom cenderung percaya bahwa bintang tersebut meledak jauh lebih baru (sekitar 1.800 tahun yang lalu), sesuai dengan catatan sejarah, dan dengan kekuatan yang lebih besar dibandingkan supernova biasa.
Supernova paling umum, dikenal sebagai supernova Tipe II, terjadi ketika bintang masif dengan massa setidaknya delapan kali lipat matahari. Bintang itu melepaskan lapisan gas luarnya dalam ledakan besar, meninggalkan awan gas bercahaya yang dapat membentang hingga triliunan mil di ruang angkasa.
Namun, ada jenis ledakan yang lebih langka dan kuat, yaitu supernova Tipe Ia, yang terjadi saat bintang besar berbagi orbit biner dengan katai putih, sisa bintang mati seukuran matahari. Katai putih ini menyedot gas dari pasangannya hingga mencapai massa kritis, memicu reaksi nuklir yang tak terkendali. Ledakan ini adalah yang paling terang di alam semesta dan berkembang lebih cepat daripada supernova Tipe II.
Gambar baru supernova yang diambil dengan kamera Dark Energy milik NOIRLab di Chile mengonfirmasi ledakan besar masa lalu SN 185 sebagai supernova Tipe Ia dan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang asal-usul ledakan kuno ini.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan