RADARPAPUA - Tim arkeolog menemukan tengkorak domba dengan tanduk yang dimodifikasi secara unik di Hierakonpolis, Mesir Hulu, situs pemakaman kuno yang berasal dari sekitar tahun 3.700 SM. Ini menjadi bukti paling awal modifikasi tanduk hewan oleh manusia dalam sejarah, mengungkap inovasi menarik dalam budaya agraris Mesir kuno.
Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan Belgia ini menunjukkan bahwa tanduk domba tersebut, yang biasanya tumbuh menyamping, telah diarahkan secara paksa ke atas. Beberapa tanduk bahkan dihilangkan sepenuhnya. Dengan teknik ini, tiga domba memiliki tanduk yang tumbuh paralel ke atas, bukti pertama dari manipulasi tanduk pada domba oleh masyarakat Mesir kuno.
Modifikasi tanduk pada hewan ternak bukan hal baru dan telah ditemukan dalam catatan sejarah di berbagai belahan dunia, bertujuan untuk mengurangi risiko cedera baik pada hewan maupun manusia yang mengurusnya. Namun, penemuan di Hierakonpolis ini mengindikasikan bahwa praktik tersebut telah ada sejak masa pra-dinasti Mesir dan merupakan bagian dari sejarah panjang agrikultur di Lembah Nil.
Analisis lebih lanjut pada tengkorak dan inti tanduk menunjukkan bahwa teknik modifikasi tanduk melibatkan pematahan dan pengikatan tanduk pada pangkalnya. Hal ini tidak hanya menandakan pemahaman awal masyarakat Mesir kuno tentang pengendalian fisik hewan, tetapi juga menggambarkan kebutuhan mereka untuk menyesuaikan ternak dengan peran yang diharapkan, terutama dalam mendukung kebutuhan nutrisi melalui penyediaan daging, sumsum tulang, dan produk susu.
Penemuan ini menambah wawasan baru tentang praktik dan teknologi agrikultur yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, serta menunjukkan keterampilan khusus masyarakat Mesir kuno dalam memanipulasi tubuh hewan untuk tujuan praktis dan keamanan dalam pengelolaan ternak.(aj)
Editor : Prisilia Rumengan