RADARPAPUA - Sebuah fosil vertebra nothosaurus dari Selandia Baru telah diidentifikasi sebagai fosil reptil laut tertua dari belahan selatan. Fosil ini, yang ditemukan di kaki Gunung Harper di Pulau Selatan Selandia Baru, memberi wawasan baru tentang kehadiran reptil laut awal di wilayah ini, sekitar 246 juta tahun lalu pada masa awal Zaman Dinosaurus.
Penemuan ini merupakan bukti penting bahwa reptil laut telah berkembang di perairan pesisir yang kaya kehidupan pada lingkaran kutub selatan, bertolak belakang dengan dugaan sebelumnya bahwa hewan ini terbatas pada kawasan rendah lintang utara. Nothosaurus, leluhur plesiosaurus, dapat tumbuh hingga tujuh meter panjangnya dan berenang dengan sirip seperti dayung, sambil berburu ikan dan cumi dengan gigi ramping yang khas.
“Reptil-reptil ini berkembang di tengah pemanasan global ekstrem pada masa itu, yang memungkinkan mereka hidup di wilayah kutub selatan,” ungkap Dr. Benjamin Kear dari Museum Evolusi Universitas Uppsala. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa nothosaurus berasal dari kawasan khatulistiwa sebelum menyebar ke arah kutub, seiring terbentuknya kembali ekosistem laut yang kompleks setelah peristiwa kepunahan massal yang memulai era dinosaurus.
Penemuan ini menguatkan hipotesis bahwa wilayah kutub purba mungkin menjadi rute awal migrasi global reptil laut purba, mirip dengan perjalanan laut epik yang dilakukan paus saat ini. Dengan ditemukannya fosil ini, para ilmuwan yakin masih banyak fosil reptil laut kuno yang menunggu untuk ditemukan di Selandia Baru dan belahan selatan lainnya.(aj)
Editor : Richard Lawongan