Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Manik Kuno Berusia 13.000 Tahun dari Tulang Kelinci di Wyoming Mengungkap Kehidupan Budaya Clovis.

Prisilia Rumengan • Rabu, 13 November 2024 | 08:32 WIB
Pemandangan berbeda dari manik-manik berbentuk tabung berusia 12.940 tahun yang ditemukan di situs Clovis di Wyoming
Pemandangan berbeda dari manik-manik berbentuk tabung berusia 12.940 tahun yang ditemukan di situs Clovis di Wyoming

RADARPAPUA - Para arkeolog di Wyoming menemukan sebuah manik berusia hampir 13.000 tahun yang merupakan ornamen tertua di Belahan Barat. Manik berbentuk tabung sepanjang 0,3 inci ini dibuat dari tulang kelinci oleh masyarakat Clovis, kelompok prasejarah yang dikenal sebagai salah satu penghuni awal Amerika Utara.

Penemuan ini dilakukan di Situs La Prele Mammoth di Kabupaten Converse, Wyoming. Selain manik, arkeolog juga menemukan lebih dari 40.000 alat batu, sisa-sisa mammoth muda, bison zaman es, jarum tulang, dan beberapa bekas perapian prasejarah. Berdasarkan analisis kolagen menggunakan ZooMS (Zooarchaeology by Mass Spectrometry), tulang yang digunakan untuk manik ini berasal dari genus Lepus, meski spesies pastinya belum bisa diidentifikasi. Di lokasi tersebut juga ditemukan tulang kelinci lain di sekitar perapian.

Menurut Todd Surovell, arkeolog dari Universitas Wyoming dan penulis utama penelitian, manik ini memberikan wawasan baru tentang cara hidup masyarakat Clovis. "Ketika kita membayangkan kehidupan orang Amerika pertama, biasanya yang terlintas adalah perburuan hewan besar seperti mammoth. Penemuan ini memperlihatkan sisi lain, yaitu perhatian mereka terhadap pakaian dan hiasan diri," ujarnya.

Manik ini menunjukkan bahwa masyarakat Clovis menggunakan ornamen untuk menandai identitas budaya atau kelompok. Meski sulit memastikan fungsi pastinya, studi sebelumnya mengaitkan penggunaan manik dengan identitas dan interaksi sosial. Namun, berbeda dari temuan sebelumnya, ornamen Clovis ini ditemukan pada masa kepadatan populasi manusia yang rendah.

Peneliti juga mencatat bahwa manik ini tidak mungkin terbentuk secara alami karena beberapa alasan, benda ini merupakan satu-satunya potongan tulang yang dipoles di lokasi tersebut, dibuat dari bagian tulang dengan nilai nutrisi rendah yang tidak diminati karnivora, dan ditemukan di dekat artefak Clovis lainnya. Selain itu, tidak ada bukti keberadaan predator prasejarah di situs ini.

Situs La Prele telah diberi tanggal radiokarbon sekitar 12.940 tahun lalu, sesuai dengan periode Clovis. Temuan serupa, berupa manik tulang kelinci, sebelumnya ditemukan di Siberia dan berusia 28.000 tahun. Hal ini menimbulkan dua kemungkinan, tradisi pembuatan manik ini dibawa dari Siberia oleh migran pertama Amerika, atau berkembang secara independen di kedua wilayah.

Edward Jolie, seorang arkeolog dari Universitas Arizona yang tidak terlibat dalam penelitian, memuji studi ini. Menurutnya, "Bukti untuk budaya material dekoratif era Clovis sangat langka, sehingga setiap temuan baru seperti ini memperkaya pengetahuan kita dan membuka peluang penelitian lebih lanjut."

Penemuan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Clovis memiliki kehidupan yang lebih kompleks daripada sekadar berburu. Hiasan seperti manik ini menunjukkan bahwa mereka juga memperhatikan identitas budaya dan sosial.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Manik #prasejarah #tulang #ornamen #arkeolog #penemuan #budaya #kelinci