Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Baju Ungu di Yunani: Bukti Nyata Kekaisaran Alexander Agung atau Hanya Klaim Ilmuwan?

Richard Lawongan • Rabu, 13 November 2024 | 18:54 WIB

Banyak ahli berpendapat bahwa makam ini adalah milik Philip II, ayah dari Aleksander Agung. Namun, sebuah penelitian baru berpendapat bahwa makam itu milik saudara tiri Aleksander, Filipus III.
Banyak ahli berpendapat bahwa makam ini adalah milik Philip II, ayah dari Aleksander Agung. Namun, sebuah penelitian baru berpendapat bahwa makam itu milik saudara tiri Aleksander, Filipus III.

RADARPAPUA -
Seorang ilmuwan mengklaim bahwa sisa-sisa kain dari sebuah makam kuno di Yunani mungkin adalah baju tunik yang pernah dipakai Alexander Agung. Namun, tidak semua ahli setuju dengan pendapat ini.

Kain tersebut ditemukan di sebuah makam yang dipercaya sebagai milik ayah Alexander, Raja Philip II. Namun, penelitian baru menyatakan bahwa makam itu sebenarnya milik saudara tiri Alexander, Philip III, yang dikenal juga sebagai Arrhidaeus. Setelah Alexander meninggal, konon tunik tersebut diberikan kepada Arrhidaeus dan kemudian dimakamkan bersamanya.

Menurut Prof. Antonis Bartsiokas dari Universitas Thrace, baju tunik ini dianggap suci karena hanya Alexander yang boleh memakainya. Di masa itu, Alexander bahkan dipandang sebagai dewa oleh sebagian orang.

Namun, ada ahli yang tidak setuju. Mereka menganggap kain ini bukan tunik, melainkan hanya sehelai syal untuk membungkus tulang belulang.

Rekonstruksi makam dan adegan perburuannya.
Rekonstruksi makam dan adegan perburuannya.

Makam Raja di Yunani Baju itu ditemukan di tahun 1977 di sebuah peti emas di makam dekat kota Vergina, yang dulunya ibu kota Makedonia. Di dalamnya ada dua kerangka yang diduga milik Arrhidaeus dan istrinya.

Setelah Alexander wafat, Arrhidaeus diangkat menjadi raja. Namun, karena Arrhidaeus memiliki keterbatasan mental, ia tidak benar-benar memerintah. Kekaisaran pun runtuh dalam perebutan kekuasaan.

Apakah Tunik Ini Punya Alexander? Menurut Bartsiokas, tunik ini terdiri dari tiga lapisan, dua di antaranya terbuat dari kapas yang diwarnai ungu. Ungu adalah warna khusus raja di masa itu, dan kapas didatangkan dari Persia, bukan Yunani.

Bartsiokas berpendapat, setelah menaklukkan Persia, Alexander mengenakan tunik yang mirip dengan yang ditemukan ini. Hiasan di dinding makam juga menunjukkan gambar Alexander yang memakai tunik serupa. Selain itu, hiasan dinding ini dibuat dengan teknik rumit yang menunjukkan butuh waktu lama, sehingga makam kemungkinan bukan milik Philip II yang tewas dibunuh pada 336 SM.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ahli Beberapa ahli meragukan pendapat Bartsiokas. Hariclia Brecoulaki dan Athanasia Kyriakou, peneliti dari Yunani, menyebut bahwa kain ini bukan tunik, melainkan lebih mirip syal.

Di sisi lain, ada juga ahli yang mendukung penelitian ini. Prof. Susan Rotroff dari Universitas Washington dan Richard Janko dari Universitas Michigan berpendapat bahwa kemungkinan besar tunik tersebut memang milik Alexander, terutama jika kainnya benar-benar terbuat dari kapas yang berasal dari Persia.

Sementara itu, David Gill dari Universitas Kent juga setuju dan berpendapat bahwa temuan ini sangat mungkin menunjukkan bahwa tunik tersebut memang milik Alexander Agung. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Bukti sejarah #makam kuno #tunik ungu #Alexander Agung #Philip III #Vergina #Kekaisaran Yunani #perdebatan ahli #penelitian ilmiah #penemuan arkeolog