Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menguak Rahasia Hidup Mayfly yang Hanya Bertahan 24 Jam dan Pygmy Goby yang Cuma Hidup Dua Bulan

Prisilia Rumengan • Kamis, 14 November 2024 | 16:50 WIB
mayfly (credit : Nastasic via Getty Images)
mayfly (credit : Nastasic via Getty Images)

RADARPAPUA - Manusia sering didorong untuk "menikmati hidup" dan "menghargai waktu" karena hidup dianggap singkat. Namun, dibandingkan dengan sebagian besar makhluk lain di Bumi, usia manusia sebenarnya relatif panjang. Jika ditanya siapa pemegang rekor hewan berumur terpendek, jawabannya mengarah pada mayflies, salah satu serangga yang memiliki siklus hidup sangat singkat.

Mayflies, atau serangga dari ordo Ephemeroptera, dikenal karena siklus hidupnya yang unik. Mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka sebagai nimfa akuatik yang berada di air hingga dua tahun. Dalam tahap ini, mereka mengumpulkan cadangan energi yang sangat penting untuk siklus berikutnya. Ketika nimfa dewasa, mereka muncul ke permukaan air dan bertransformasi menjadi bentuk bersayap, melewati dua tahap akhir yang disebut subimago dan imago. Namun, kehidupan mereka dalam bentuk bersayap ini sangat singkat — sebagian besar mayfly dewasa hanya bertahan hidup kurang dari 24 jam, sementara beberapa spesies bahkan hidup kurang dari lima menit.

Menurut Luke Jacobus, seorang peneliti mayfly dan profesor biologi di Indiana University—Purdue University Columbus, mayfly tidak memiliki mulut atau sistem pencernaan yang berfungsi di tahap akhir hidup mereka. Hal ini membuat mereka bergantung pada cadangan energi yang terkumpul saat masih menjadi nimfa. Jacobus menjelaskan bahwa tanpa sistem pencernaan yang besar, betina memiliki ruang lebih banyak di dalam tubuh mereka untuk menyimpan telur. "Saya pernah melihat mayfly betina yang begitu penuh dengan telur hingga memenuhi kepala mereka. Dengan membawa lebih dari 10.000 telur, mereka memanfaatkan waktu hidup mereka yang singkat secara efisien," tambahnya.

Seperti banyak hewan dengan pola hidup “hidup cepat, mati muda,” mayflies berada di bawah tekanan predasi yang tinggi, sehingga mereka harus menghasilkan banyak keturunan agar cukup yang berhasil bertahan hingga dewasa. Jacobus mencatat bahwa mungkin lebih bijak untuk bertanya "mengapa tidak?" mengenai hidup singkat mayfly, mengingat fosil mayfly purba tidak banyak berbeda dari yang ada sekarang. “Sistem yang mereka miliki ini bekerja dengan sangat baik bagi mereka,” jelas Jacobus.

Heath Ogden, seorang profesor biologi evolusioner dari Utah Valley University, menambahkan bahwa mayfly pertama kali muncul sekitar 350 juta tahun lalu. Dalam "percobaan" evolusi, mayfly menemukan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu sebagai nimfa adalah strategi bertahan hidup yang baik. “Seolah-olah evolusi memutuskan bahwa semua kebutuhan nutrisi harus dipenuhi saat mereka menjadi nimfa, sedangkan sebagai dewasa, peran utama mereka hanya untuk terbang, kawin, dan bertelur,” kata Ogden.

Rekor umur terpendek di antara spesies mayfly dipegang oleh American sand-burrowing mayfly (Dolania americana). Menurut Georgia Department of Natural Resources, mayfly jantan hidup kurang dari satu jam dalam tahap dewasa, sedangkan betina hanya memiliki waktu lima menit untuk berkembang biak sebelum akhirnya mati. Meski begitu, serangga ini tetap menghabiskan hingga dua tahun sebagai nimfa sebelum memasuki masa dewasa yang sangat singkat.

Di luar dunia serangga, hewan lain dengan umur yang sangat pendek adalah ikan seven-figure pygmy goby (Eviota sigillata). Menurut Australian Museum, ikan ini menyelesaikan seluruh siklus hidupnya hanya dalam dua bulan, menjadikannya vertebrata dengan umur terpendek yang diketahui. Mereka menghabiskan tiga minggu sebagai larva di lautan terbuka, lalu menetap di terumbu karang selama sekitar dua minggu untuk mencapai kematangan sebelum hidup sekitar tiga setengah minggu sebagai dewasa.

pygmy goby (credit : Marli Wakeling / Alamy)
pygmy goby (credit : Marli Wakeling / Alamy)

Dalam pandangan evolusi, kehidupan yang singkat pada hewan-hewan ini menunjukkan bahwa setiap spesies telah beradaptasi secara unik dengan lingkungan mereka. Baik mayfly maupun pygmy goby, keduanya mengajarkan kita tentang berbagai strategi bertahan hidup di dunia hewan yang terus berubah. (Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#penelitian #umur #hewan #usia hidup #serangga