RADARPAPUA - Para ilmuwan menemukan sebuah lukisan Mesir kuno yang luar biasa, menggambarkan burung-burung yang terbang dan hinggap di tengah rawa yang hijau. Lukisan ini begitu rinci sehingga peneliti modern bisa tahu dengan pasti jenis burung yang dilukiskan lebih dari 3.300 tahun lalu.
Lukisan ini ditemukan di dinding istana di Amarna, sebuah ibu kota kuno Mesir sekitar 300 kilometer di selatan Kairo. Meski peneliti sebelumnya sudah pernah mempelajari gambar hewan dalam lukisan ini, studi baru ini adalah yang pertama yang mencoba mengidentifikasi semua jenis burungnya.
Baca Juga: Mengungkap Lokasi Pertempuran al-Qadisiyyah yang Legendaris dengan Citra Satelit Rahasia
Sebagian besar burung dalam lukisan adalah merpati batu, tapi ada juga gambar burung cekakak (pied kingfisher), gagak merah (red-backed shrike), dan burung murai putih (white wagtail). Para ilmuwan mempelajari salinan dari karya seni ini dan menggunakan penelitian tentang burung-burung tersebut untuk mengidentifikasinya.
Ruangan tempat lukisan ini berada, yang sekarang disebut "Ruangan Hijau," dihiasi dengan gambar bunga lili air, tanaman papirus, dan burung-burung. Gambar ini mungkin dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang tenang bagi keluarga kerajaan, seperti taman yang menenangkan. Para peneliti berpikir suasana alam yang tenang juga penting bagi keluarga kerajaan waktu itu, sama seperti orang-orang zaman sekarang yang menikmati suasana alam untuk relaksasi.
Baca Juga: Misteri Asal Usul Kehidupan: Penelitian Baru Jelaskan Proses Pembentukan Membran Sel Purba
Ada kemungkinan ruangan ini juga dihiasi tanaman asli, diberi wewangian, dan bahkan ada musik yang dimainkan di sana. "Ruangan yang dipenuhi seni alam yang indah, dengan musik dan wangi bunga, pasti memberi pengalaman yang luar biasa," tulis para peneliti.
Ruangan Hijau dan Akhenaten
Lukisan ini berasal dari masa pemerintahan Firaun Akhenaten, ayah Raja Tutankhamun, sekitar tahun 1353-1336 SM. Akhenaten membangun ibu kota baru bernama Akhetaten (sekarang Amarna) dan mendirikan istana di sana.
Lukisan di Ruangan Hijau ini ditemukan oleh peneliti antara tahun 1923 dan 1925. Karena lukisan aslinya sangat rapuh, ahli Mesir Kuno, Nina de Garis Davies, membuat salinan lukisan tersebut. Salinan ini sangat penting karena lukisan aslinya kini sudah rusak.
Pada tahun 1926, upaya untuk melindungi lukisan ini justru membuatnya semakin rusak. Karena itu, para peneliti harus mengandalkan salinan karya Davies untuk mengenali burung-burung yang ada di dalam lukisan.
Baca Juga: Misteri Asal Usul Kehidupan: Penelitian Baru Jelaskan Proses Pembentukan Membran Sel Purba
Dua dari burung dalam lukisan, cekakak dan merpati batu, masih ada di Mesir sepanjang tahun. Namun, gagak merah dan murai putih hanya muncul di Mesir saat bermigrasi. Gagak merah biasanya datang pada musim gugur, sedangkan murai putih datang antara Oktober hingga April, saat musim dingin.
Menariknya, meskipun merpati batu bukanlah burung asli rawa papirus di Mesir, burung ini tetap dimasukkan dalam lukisan. Para peneliti menduga, para seniman kuno mungkin ingin menambahkan burung-burung ini untuk membuat lukisan terlihat lebih alami dan liar. (*)
Editor : Richard Lawongan