Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Batu Berbentuk Donat Berusia 12,000 Tahun di Israel Mungkin Bukti Awal Teknologi Roda

Richard Lawongan • Kamis, 14 November 2024 | 23:10 WIB

Para peneliti membuat spindel dan lingkaran eksperimental berdasarkan pemindaian 3D kerikil dan perforasi negatifnya.
Para peneliti membuat spindel dan lingkaran eksperimental berdasarkan pemindaian 3D kerikil dan perforasi negatifnya.

RADARPAPUA -
Para arkeolog di Israel menemukan batu-batu kecil berbentuk donat yang diperkirakan berusia 12.000 tahun. Batu-batu ini mungkin merupakan salah satu alat berteknologi "roda" paling awal yang pernah ditemukan. Batu ini disebut "spindle whorls," yaitu batu dengan lubang di tengahnya untuk memasukkan tongkat agar bisa memutar benang dari bahan seperti rami atau wol.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS One, sekitar 100 spindle whorls ini digunakan oleh manusia pada masa itu untuk memutar benang. Para arkeolog menyebut alat ini sebagai salah satu contoh awal teknologi roda, yang nantinya bisa menginspirasi alat-alat putar lain seperti roda pembuat tembikar dan roda kereta yang sangat penting bagi perkembangan peradaban manusia.

Meskipun batu-batu ini tetap dalam bentuk alaminya, mereka memiliki bentuk dan fungsi mirip roda: yaitu benda bulat dengan lubang di tengah untuk memutar. Talia Yashuv, seorang mahasiswa dari Universitas Hebrew di Yerusalem yang ikut dalam penelitian ini, mengatakan bahwa batu-batu ini mirip roda karena bisa digunakan dengan cara diputar.

Meneliti Batu Donat ini Roda baru ditemukan sekitar 6.000 tahun yang lalu, tapi asal-usul pastinya tidak diketahui. Untuk memahami apakah batu ini benar-benar teknologi "putaran" awal, para peneliti memeriksa lebih dari 100 batu kapur berlubang, yang ditemukan di situs arkeologi "Nahal Ein Gev II" di Israel utara, sekitar 2 kilometer dari Danau Galilea. Situs ini berasal dari 12.000 tahun yang lalu, sebelum masyarakat mulai bertani dalam skala besar.

Dengan teknologi pemindaian 3D, para peneliti bisa membuat model virtual dari batu-batu tersebut, sehingga mereka bisa melihat detailnya dengan sangat jelas. Dari hasil pemindaian, mereka menemukan bahwa kebanyakan batu ini memiliki lubang di tengah.

Tim peneliti mencoba melihat beberapa kemungkinan penggunaan batu ini, misalnya apakah batu ini bisa menjadi manik-manik atau pemberat pancing. Namun, mereka menyimpulkan bahwa batu-batu ini terlalu besar dan berat untuk menjadi manik-manik, dan terlalu ringan untuk dijadikan pemberat pancing.

Untuk memastikan apakah batu ini benar-benar digunakan sebagai spindle whorls, tim peneliti membuat replika dari batu-batu tersebut dan mencoba memutar benang dengan bantuan Yonit Crystal, seorang ahli kerajinan tradisional. Setelah berlatih, Yonit berhasil memutar benang dari rami dan menemukan bahwa rami lebih mudah diputar daripada wol.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar batu-batu ini memang digunakan sebagai spindle whorls, teknologi putar sederhana yang mirip dengan roda.

Reaksi Para Ahli Temuan ini dianggap penting oleh beberapa ahli. Alex Joffe, seorang arkeolog yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa percobaan yang dilakukan menunjukkan bahwa batu berlubang itu memang digunakan sebagai spindle whorls. Menurutnya, mungkin saja benang yang dihasilkan dari spindle whorls ini dipakai untuk membuat tas atau alat pancing, yang membantu manusia dalam menyimpan barang dan mencari makan.

Ahli lain, seperti Yorke Rowan dari Universitas Chicago, juga memuji penelitian ini dan menyebutnya sebagai bukti penting kemajuan teknologi pada masa itu.

Namun, Carole Cheval, ahli prasejarah dari Prancis, mengingatkan bahwa temuan ini mungkin bukan yang tertua. Menurutnya, benda serupa yang lebih tua telah ditemukan sebelumnya. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Situs Nahal Ein Gev II #Israel #prasejarah #Batu donat #Peradaban awal #arkeologi #Spindle whorls #Penemuan roda #Teknologi roda #Benang rami