Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Dinosaurus 'Bintang Raksasa' yang Termasuk Terakhir dan Terbesar dari Jenisnya

Richard Lawongan • Jumat, 15 November 2024 | 20:15 WIB

Sauropoda yang baru dideskripsikan, Sidersaura marae, hidup pada masa Kapur di tempat yang sekarang dikenal sebagai Argentina. Kita melihat pemangsa Meraxes gigas di latar belakang.
Sauropoda yang baru dideskripsikan, Sidersaura marae, hidup pada masa Kapur di tempat yang sekarang dikenal sebagai Argentina. Kita melihat pemangsa Meraxes gigas di latar belakang.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru bernama Sidersaura marae. Dinosaurus ini termasuk salah satu yang terbesar dari jenisnya dan hidup menjelang punahnya dinosaurus.

Fosil dinosaurus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2012 di Provinsi Neuquén, Argentina, di lokasi bernama Formasi Huincul. Peneliti butuh waktu bertahun-tahun untuk menggali dan mengumpulkan bagian-bagian fosil ini, yang ternyata berasal dari empat dinosaurus berbeda.

Dinosaurus ini kemungkinan mati di area berlumpur dekat sungai jutaan tahun lalu. Beberapa tulangnya sudah berpindah karena air atau dimakan hewan lain, tetapi banyak yang masih utuh. Bahkan, salah satu fosilnya ditemukan dekat dinosaurus pemakan daging raksasa bernama Meraxes gigas, yang ditemukan pada tahun 2022.

Peneliti masih mempelajari bagaimana dinosaurus ini bisa tumbuh sebesar itu. Tulang kaki belakangnya, misalnya, lebih kuat dibandingkan spesies lain, kemungkinan untuk menopang tubuhnya yang berat.

Baca Juga: Ilmuwan Kaget! Fosil 'Naga Cina' Purba Berusia 240 Juta Tahun, Mirip Monster Loch Ness, Ditemukan di Tiongkok

Sidersaura marae dengan garis tubuh manusia untuk skala.
Sidersaura marae dengan garis tubuh manusia untuk skala.

Nama Sidersaura marae diambil dari bentuk unik tulang ekornya yang seperti bintang. Kata "sider" dalam bahasa Latin berarti bintang, dan "saura" dalam bahasa Yunani berarti reptil.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Sidersaura marae lebih mirip dengan rebbachisaurid yang lebih tua dari awal periode Kapur, dibandingkan dengan jenis yang hidup di masa yang sama.

Temuan ini membantu ilmuwan memahami evolusi keluarga rebbachisaurid sebelum mereka punah sekitar 90 juta tahun yang lalu. Sidersaura marae adalah salah satu anggota terakhir dari kelompok ini. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Argentina #fosil #Kepunahan #paleontologi #Sidersaura marae #dinosaurus #raksasa #Rebbachisaurid #Kapur Akhir #Evolusi