RADARPAPUA - Lebih dari 100 juta tahun yang lalu, seekor dinosaurus berbentuk seperti burung jatuh ke dalam danau dan berubah menjadi fosil yang luar biasa. Fosil ini ditemukan di China dan menyimpan sisa usus yang jarang ditemukan pada dinosaurus. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian baru.
Para ilmuwan menemukan fosil ini milik dinosaurus jenis baru bernama Daurlong wangi. Dinosaurus ini termasuk dalam kelompok dromaeosaurid, yang adalah leluhur burung modern. Dalam fosil ini, ada lapisan kebiruan di bagian perut yang ternyata adalah ususnya. Penemuan ini membantu para ilmuwan memahami bagaimana sistem pencernaan burung dan dinosaurus berkembang.
Apa Itu Dromaeosaurid?
Dromaeosaurid adalah kelompok dinosaurus kecil, berbulu, dan pemakan daging. Kelompok ini hidup dari zaman Jurassic hingga akhir zaman Cretaceous (sekitar 167 hingga 66 juta tahun yang lalu). Contoh terkenal dari kelompok ini adalah Velociraptor, yang sering muncul di film.
Kenapa Usus Fosil Ini Istimewa?
Bagian tubuh lunak seperti usus sangat jarang diawetkan dalam fosil. Biasanya, bakteri akan menghancurkannya sebelum sempat menjadi fosil. Namun, pada fosil D. wangi, ususnya terawetkan dengan baik karena tubuhnya terkubur cepat di dasar danau dengan sedikit oksigen. Hal ini menghentikan bakteri dari merusaknya.
Apa yang Dimakan D. Wangi?
Para ilmuwan memperkirakan bahwa dinosaurus ini makan hewan kecil seperti mamalia (sebesar musang), ikan, dinosaurus kecil lainnya, dan mungkin katak atau salamander. Lokasi penemuan fosil ini memang banyak ditemukan katak dan amfibi lainnya.
D. Wangi: Kecil Tapi Menarik
D. wangi memiliki panjang sekitar 1,5 meter, seukuran kuda poni kecil, dan tubuhnya ditutupi bulu. Walaupun tidak seperti yang digambarkan di film Jurassic Park sebagai dinosaurus besar, ia tetap menarik karena memiliki bulu dan struktur tubuh yang ringan.
Nama dan Masa Depan Penelitian
Nama "Daurlong" berasal dari nama suku Daur di Mongolia Dalam dan kata "long," yang berarti naga dalam bahasa Mandarin. Nama spesiesnya, "wangi," diambil dari Wang Junyou, seorang direktur museum sejarah alam di sana. Ke depannya, para ilmuwan ingin mempelajari lebih lanjut tentang bulu, warna tubuh, dan bagaimana dinosaurus ini mati dan terawetkan.
Penemuan ini memberikan gambaran langka tentang kehidupan dinosaurus kecil dan bagaimana mereka berevolusi menjadi burung modern yang kita kenal sekarang. (*)