RADARPAPUA - Buaya air asin terbesar di dunia yang hidup dalam penangkaran. Cassius meninggal pada 2 November 2023 di Australia setelah kesehatannya menurun sejak pertengahan Oktober. Buaya raksasa ini telah menjadi bagian dari Marineland Melanesia Crocodile Habitat di Pulau Green, Australia, selama lebih dari tiga dekade.
Dalam unggahan di Facebook, pihak Marineland Melanesia menyampaikan duka mendalam atas kepergian Cassius. “Dia bukan sekadar buaya, tetapi anggota keluarga yang kami cintai. Dia membawa kebahagiaan dan menjadi sahabat setia bagi George, perawatnya, selama 37 tahun,” tulis mereka.
Legenda Buaya Air Asin
Cassius adalah buaya air asin (Crocodylus porosus) yang pernah tercatat dalam Guinness World Records sebagai buaya terbesar di dunia dalam penangkaran pada tahun 2011. Dengan panjang tubuh mencapai 17 kaki dan 11,75 inci (5,48 meter), ia menjadi daya tarik besar di Marineland. Meski tidak diukur kembali setelah mendapatkan rekor tersebut, banyak yang menduga ia bisa saja tumbuh lebih besar. Spesies buaya ini diketahui dapat mencapai panjang hingga 23 kaki (7 meter).
Buaya ini ditangkap di Sungai Finniss, dekat Darwin, pada tahun 1984 setelah menimbulkan masalah bagi penduduk lokal. Sebagai predator puncak, Cassius sering kali menyerang perahu, menangkap ternak, dan bahkan menghancurkan baling-baling kapal. “Dari situlah ia memperoleh banyak luka pertempuran, termasuk kehilangan kaki depan kiri, sebagian moncongnya, dan sekitar 15 cm dari ujung ekornya,” jelas perwakilan Marineland.
Akhir Kehidupan Sang Raksasa
Cassius dipindahkan ke "residensi perawatan khusus" di Cairns pada awal Oktober 2023 setelah tanda-tanda penurunan kesehatan terlihat. Umurnya diperkirakan telah melampaui rata-rata buaya liar. Meskipun tidak ada cara pasti untuk mengetahui usia Cassius, para ahli memperkirakan ia berusia lebih dari 120 tahun saat meninggal. Ketika pertama kali ditangkap, usianya diperkirakan antara 30 hingga 80 tahun.
"Usia Cassius adalah perkiraan karena dia lahir di alam liar. Tidak ada catatan pasti, jadi ulang tahunnya pun hanya berdasarkan dugaan," ujar Toody Scott, salah satu penjaga Cassius.
Cassius vs. Rekor Buaya Lain
Meski Cassius luar biasa, ia bukan buaya terbesar yang pernah hidup dalam penangkaran. Rekor tersebut dipegang oleh Lolong, buaya air asin sepanjang lebih dari 20 kaki (6,17 meter) yang ditemukan di Filipina pada tahun 2011 dan meninggal pada 2013.
Kepergian Cassius tidak hanya menjadi kehilangan bagi Marineland, tetapi juga bagi para pecinta satwa liar di seluruh dunia. Kehadirannya yang megah dan cerita hidupnya mengajarkan manusia tentang keindahan, kekuatan, dan tantangan hidup satwa liar.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan