RADARPAPUA - Penemuan masker emas yang dikenal sebagai Masker Agamemnon, yang pertama kali ditemukan oleh Heinrich Schliemann pada tahun 1876 di Mykenai, semula diyakini sebagai bukti sejarah dari Perang Trojan.
Namun, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa masker tersebut sebenarnya berasal dari sekitar 1500 SM, jauh sebelum zaman Agamemnon.
Hal ini menunjukkan bahwa masker tersebut adalah simbol status dan kekayaan dari masyarakat Mykenai, bukan bukti langsung dari kejadian yang terjadi dalam mitologi Perang Trojan.
Masker ini kini dipahami sebagai salah satu contoh seni dan kerajinan Mykenai yang menggambarkan pentingnya status sosial di kalangan bangsawan mereka.
Meskipun pada awalnya masker ini sempat memperkuat teori tentang Perang Trojan yang legendaris, penelitian arkeologi modern menunjukkan bahwa sejarah Perang Trojan, yang terkait dengan Agamemnon, lebih bersifat mitologis dan tidak langsung dapat dibuktikan melalui penemuan tersebut.
Menurut para ahli, masker ini adalah salah satu dari banyak peninggalan yang memperlihatkan kejayaan dan kemajuan peradaban Mykenai, yang dikenal dengan struktur sosial yang rumit dan kemewahan barang-barang mereka.
Penemuan ini semakin menegaskan bahwa meskipun Perang Trojan mungkin hanya bagian dari mitologi Yunani, keberadaan artefak seperti masker Agamemnon membuka wawasan baru tentang budaya dan sejarah Mykenai yang lebih tua.
Dengan demikian, masker ini tidak hanya menambah pemahaman tentang seni perunggu dan kerajinan emas pada zaman itu, tetapi juga memperkaya perspektif kita mengenai peradaban kuno yang pernah ada di wilayah Yunani dan sekitarnya.(RP)
Sumber : livescience.com
Editor : Via Ponamon