Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Norwegia Kembalikan Tulang Belulang Rapa Nui ke Pulau Paskah

Richard Lawongan • Selasa, 19 November 2024 | 11:40 WIB

Artefak dari Pulau Paskah
Artefak dari Pulau Paskah

 

RADARPAPUA - Museum Kon-Tiki di Norwegia resmi mengembalikan sisa-sisa kerangka manusia Rapa Nui yang diambil dari Pulau Paskah pada 1950-an oleh penjelajah Thor Heyerdahl. Acara serah terima berlangsung dalam sebuah upacara yang dihadiri perwakilan Pulau Paskah dan pemerintah Chili. Kerangka tersebut, yang terdiri dari beberapa tengkorak, merupakan bagian dari warisan budaya Rapa Nui, penduduk asli pulau terpencil di Pasifik.

Dalam upacara tersebut, empat perwakilan Rapa Nui bermalam di museum di samping kerangka, melakukan ritual untuk "membangunkan" roh leluhur. Mereka berbicara dalam bahasa lokal dan memasak makanan sebagai penghormatan. Ritual ini akan dilanjutkan di Pulau Paskah, di mana kerangka akan dibawa ke delapan situs suci sebelum dimakamkan secara permanen.

Thor Heyerdahl, antropolog dan penjelajah legendaris, menggali sekitar 5.600 artefak dari Pulau Paskah selama ekspedisi tahun 1955, dengan janji bahwa barang-barang tersebut akan dikembalikan setelah dianalisis. Sebagian dari koleksi ini telah dikembalikan pada tahun 1986 dan 2006, dengan tahap akhir repatriasi sekarang menandai akhir dari janji yang dibuat oleh Heyerdahl.

Ritual pengembalian ini juga merupakan simbol penting dari pengakuan hak budaya masyarakat Rapa Nui. Liv Heyerdahl, cucu sang penjelajah sekaligus direktur Museum Kon-Tiki, menyatakan bahwa kakeknya pasti bangga melihat janji ini ditepati. Ia menambahkan, "Pengembalian ini memastikan bahwa masyarakat Rapa Nui memegang kepemilikan hukum atas objek-objek budaya mereka."

Selain mewariskan artefak, Heyerdahl juga dikenang karena teorinya yang kontroversial mengenai asal-usul penduduk Rapa Nui. Meskipun sebagian teorinya terbukti salah—Rapa Nui pertama kali dihuni oleh orang Polinesia—analisis DNA terbaru menunjukkan adanya interaksi genetik dengan penduduk asli Amerika Selatan. Hal ini membuktikan bahwa peradaban dari kedua benua pernah bertemu, menciptakan jejak budaya dan sejarah yang terus menginspirasi hingga hari ini.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#ThorHeyerdahl #budaya #Pulau Paskah #warisan dunia #repatriasi #Rapa Nui