RADARPAPUA - Para ilmuwan menemukan bahwa Velociraptor dan dinosaurus serupa mungkin tidak menggunakan cakar tajamnya untuk menebas atau mencabik mangsanya. Sebaliknya, cakar ini digunakan untuk mencengkeram dan menahan mangsa agar tidak kabur.
Penemuan ini didasarkan pada pengamatan burung seriema kaki merah, burung pemangsa dari Amerika Selatan yang memiliki cakar melengkung mirip dengan Velociraptor. Di kebun binatang di Amerika Serikat, dua seriema bernama Ellie dan Ernie diamati menggunakan cakar tersebut untuk mencengkeram benda atau mangsa seperti tikus mati dan objek tiruan.
Menurut Brian Curtice, ahli paleontologi dari Fossil Crates, penemuan ini mendukung teori yang diajukan pada 2011 oleh ilmuwan Denver Fowler. Teori itu menyebutkan bahwa cakar dinosaurus seperti Velociraptor lebih cocok untuk mencengkeram mangsa yang bergerak, bukan untuk menebas.
Baca Juga: Fona: Dinosaurus Penggali Tanah dari Era Kapur
Cakar Pembunuh
Seriema kaki merah memiliki cakar tajam pada jari kedua yang mirip dengan cakar dinosaurus seperti Deinonychus dan Velociraptor. Berbeda dengan versi film Jurassic Park yang menggambarkan Velociraptor seukuran manusia, sebenarnya dinosaurus ini hanya seukuran kalkun. Dalam film, dinosaurus yang digambarkan lebih mendekati Deinonychus.
Ilmuwan sudah lama meragukan bahwa cakar dinosaurus digunakan untuk menebas, karena bentuknya tidak cocok untuk memotong. Menurut ahli, pisau untuk memotong biasanya lurus, sedangkan cakar dinosaurus berbentuk melengkung dan tidak memiliki tepi tajam.
Baca Juga: Norwegia Kembalikan Tulang Belulang Rapa Nui ke Pulau Paskah
Mengamati Seriema
Curtice memulai penelitian ini setelah melihat burung seriema di kebun binatang di Phoenix, Arizona. Ia memperhatikan bahwa cakar seriema mirip dengan cakar Velociraptor. Ketika diamati lebih dekat, burung ini menggunakan cakarnya untuk menahan objek seperti ular mainan atau tikus mati sambil mencabik mangsa dengan paruhnya.
Ellie dan Ernie, dua seriema yang diamati, menunjukkan kemampuan serupa dalam mencengkeram dan merobek mangsanya. Walaupun ada sedikit perbedaan anatomi antara seriema dan dinosaurus, para ahli percaya cara mereka menggunakan cakar mungkin serupa.
Langkah Selanjutnya
Para ilmuwan berencana mempelajari jenis seriema lain untuk melihat apakah perilaku ini juga ada pada spesies tersebut. Mereka juga akan membuat model 3D kaki Velociraptor untuk memahami bagaimana cakar mereka digunakan di masa lalu.
Penelitian ini memberi wawasan baru tentang cara dinosaurus berburu, yang mungkin lebih mendekati perilaku burung modern daripada yang digambarkan dalam film. (*)
Editor : Richard Lawongan