Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Dinosaurus Leher Panjang: Bukti Mereka Bisa Menyelam dan Mirip Bebek Pemakan Ikan!

Richard Lawongan • Selasa, 19 November 2024 | 20:01 WIB

Rekonstruksi Natovenator polydontus menunjukkan bagaimana dinosaurus semiakuatik ini mungkin berenang dan menyelam.
Rekonstruksi Natovenator polydontus menunjukkan bagaimana dinosaurus semiakuatik ini mungkin berenang dan menyelam.

RADARPAPUA -
Jutaan tahun lalu, ada dinosaurus dengan leher panjang seperti mie dan tubuh ramping yang hidup di laut sekitar 71-72 juta tahun lalu di wilayah yang sekarang menjadi Mongolia. Dinosaurus ini termasuk dalam kelompok theropoda, jenis dinosaurus pemakan daging yang berjalan dengan dua kaki. Para ilmuwan menemukan bahwa bentuk tubuh dan anggota tubuhnya menunjukkan kemampuan berenang dan menyelam seperti penguin.

Kerangka dinosaurus ini ditemukan dalam kondisi sangat baik, termasuk tengkorak yang hampir utuh. Fosilnya digali di Formasi Baruungoyot di Gurun Gobi, Mongolia. Saat masih hidup, dinosaurus ini seukuran bebek mallard dengan leher panjang seperti angsa, lengan menyerupai sirip, dan jari-jari mirip dengan genus Halszkaraptor, dinosaurus yang juga diperkirakan hidup di air. Namun, fosil Halszkaraptor tidak cukup lengkap untuk memastikan seperti apa bentuk tubuhnya.

Fosil baru ini lebih lengkap daripada fosil Halszkaraptor lainnya. Para ilmuwan mencatat bahwa tulang rusuknya mengarah ke ekor, mirip seperti burung penyelam modern. Ini adalah bukti pertama bahwa theropoda non-burung memiliki tubuh yang dirancang untuk berenang di air.

Baca Juga: Velociraptor Tidak Menggunakan Cakar Tajam untuk Menebas, Studi Baru Mengungkap Fakta Menarik

Tengkorak Natovenator polydontus yang nyaris utuh mempertahankan lubang hidungnya yang memanjang, mengisyaratkan gaya hidup akuatik.
Tengkorak Natovenator polydontus yang nyaris utuh mempertahankan lubang hidungnya yang memanjang, mengisyaratkan gaya hidup akuatik.

Dinosaurus ini memiliki gigi yang sangat banyak dan rapat, ideal untuk menangkap ikan atau serangga di air. Para peneliti menamainya Natovenator polydontus. Nama ini berasal dari bahasa Latin dan Yunani yang berarti "pemburu perenang dengan banyak gigi".

Menurut salah satu peneliti, Yuong-Nam Lee, dinosaurus ini tidak bisa terbang dengan lengan pendek dan pipihnya, tetapi lengan tersebut kemungkinan besar digunakan untuk berenang. Petunjuk lain adalah bentuk tulang rusuknya yang melengkung ke belakang, seperti pada burung penyelam. Tulang rusuk seperti ini membantu tubuh menjadi lebih ramping, sehingga bisa berenang dengan efisien.

Dinosaurus seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki gaya hidup yang beragam. Temuan ini mengubah pandangan kita tentang kehidupan dinosaurus, yang ternyata ada juga yang hidup di air. Menurut para peneliti, berbagai hewan berkaki empat telah beradaptasi untuk hidup di air, termasuk dinosaurus seperti Natovenator.

Penemuan ini membuktikan bahwa dinosaurus memiliki peran yang lebih luas dalam ekosistem masa lalu daripada yang kita duga sebelumnya. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Ekosistem dinosaurus #Dinosaurus semi akuatik #Theropoda perenang #Adaptasi tubuh ramping #Dinosaurus penyelam #Fosil Mongolia #Halszkaraptor #Burung penyelam #Natovenator polydontus #Gigi rapat dinosaurus