Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Petroglyph Capricornus: Jejak Zodiak di El-Hosh, Mesir

Richard Lawongan • Kamis, 21 November 2024 | 08:15 WIB
Petroglif ikan kambing dari el-Hosh. Sorotan biru oleh penulis.
Petroglif ikan kambing dari el-Hosh. Sorotan biru oleh penulis.

RADARPAPUA - Di kawasan El-Hosh, Mesir, ditemukan sebuah petroglyph yang diyakini sebagai representasi Capricornus, simbol zodiak berbentuk makhluk setengah kambing dan setengah ikan. Penemuan ini, yang pertama dalam seni cadas Mesir, menggugah para peneliti untuk menggali lebih dalam sejarah zodiak dan pengaruhnya di wilayah ini. Menurut penelitian yang dipimpin Dr. Linda Evans dari Macquarie University, petroglyph ini kemungkinan besar berasal dari periode Greco-Romawi (abad ke-1 SM hingga ke-2 M).

Petroglyph Capricornus ditemukan berdampingan dengan ukiran langka lainnya, yakni seekor bunglon. Kombinasi keduanya menciptakan panel yang memancing banyak spekulasi. Dr. Evans awalnya mengira ukiran ini hanya sekadar makhluk mitologis, tetapi setelah penelitian lebih lanjut, ia menemukan kemiripan yang signifikan dengan Capricornus. Gaya ukirannya sederhana, mungkin karena dibuat dari ingatan atau berdasarkan referensi visual seperti koin.

Zodiak sendiri berasal dari Mesopotamia, di mana dewa Enki/Ea sering digambarkan dengan elemen-elemen Capricornus. Melalui jalur perdagangan dan budaya, simbol zodiak menyebar ke Yunani dan Roma, lalu tiba di Mesir sekitar abad ke-3 SM. Di Mesir, simbol-simbol zodiak menjadi bagian dari kehidupan spiritual, baik untuk kalangan elite maupun non-elite, seperti yang terlihat pada horoskop-horoskop zaman itu.

Para peneliti menduga petroglyph Capricornus ini berfungsi sebagai alat navigasi atau sebagai simbol dengan makna astrologi. Mengingat pentingnya bintang dalam navigasi padang pasir, gambar ini mungkin membantu penduduk lokal dalam menentukan arah. Namun, besar kemungkinan ukiran tersebut dibuat untuk mengabadikan nilai astronomi dan astrologi Capricornus yang sudah dikenal luas saat itu.

Penemuan ini menegaskan bagaimana pengaruh budaya lintas wilayah dapat memengaruhi seni dan kepercayaan lokal. Petroglyph Capricornus tidak hanya menjadi bukti penyebaran simbol zodiak, tetapi juga mencerminkan keingintahuan dan adaptasi masyarakat Mesir kuno terhadap elemen-elemen baru. Dengan begitu, ukiran ini tetap menjadi saksi bisu dari pertemuan unik antara tradisi Mesir dan pengaruh Greco-Romawi.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#Capricornus #Petroglyph #zodiak #arkeologi #Mesir