Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Burung Zaman Kapur dengan Otak Modern Sebagian Ditemukan di Formasi Adamantina

Prisilia Rumengan • Kamis, 21 November 2024 | 19:53 WIB
Kesan seorang seniman terhadap Navaornis hestiae.
Kesan seorang seniman terhadap Navaornis hestiae.

RADARPAPUA – Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies burung purba bernama Navaornis hestiae yang hidup sekitar 80 juta tahun lalu pada masa Kapur Akhir di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Brasil. Burung ini, seukuran burung jalak modern, memberikan wawasan penting tentang evolusi otak burung.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Guillermo Navalón dari University of Cambridge menemukan bahwa otak Navaornis hestiae berada di titik tengah evolusi antara burung awal seperti Archaeopteryx dan burung modern. “Struktur otaknya benar-benar menjadi potongan teka-teki yang hilang, cocok dengan sempurna,” kata Dr. Navalón.

Fosil Navaornis hestiae ditemukan pada 2016 di William’s Quarry, Presidente Prudente, yang merupakan bagian dari Formasi Adamantina. Daerah ini dulunya merupakan kawasan kering dengan aliran sungai yang lambat, yang memungkinkan fosil tersebut terawetkan dengan sangat baik dalam bentuk tiga dimensi.

Dengan menggunakan teknologi mikro-CT canggih, para paleontolog berhasil merekonstruksi tengkorak burung ini secara detail. Tengkoraknya yang tak bergigi dan bermata besar menyerupai burung modern, tetapi struktur otaknya menunjukkan perbedaan signifikan. Sementara bagian otak seperti serebrumnya lebih besar dibanding Archaeopteryx, cerebellumnya, yang bertanggung jawab atas kontrol spasial pada burung modern, belum berkembang sepenuhnya.

“Fosil ini membantu menjelaskan bagaimana dan kapan kecerdasan unik burung berkembang,” ujar Profesor Daniel Field dari University of Cambridge. “Ini menunjukkan bahwa beberapa burung yang terbang bersama dinosaurus sudah memiliki geometri tengkorak modern lebih dari 80 juta tahun lalu.”

Sebagai anggota kelompok burung enantiornithine, Navaornis hestiae memiliki bulu yang kompleks dan kemungkinan mampu terbang dengan baik. Namun, anatomi otaknya menimbulkan pertanyaan baru, bagaimana burung ini mampu mengendalikan penerbangan tanpa fitur otak canggih yang dimiliki burung modern?

Profesor Field menambahkan bahwa kemampuan kognitif burung ini mungkin membantunya menemukan makanan, berlindung, atau bahkan melakukan perilaku sosial yang rumit seperti ritual kawin. “Penemuan ini merupakan jendela menuju tahap evolusi yang sangat penting dalam perkembangan burung,” kata Dr. Luis Chiappe dari Natural History Museum of Los Angeles County.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature dan menjadi salah satu langkah besar dalam memahami evolusi burung dan otak mereka.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Burung #paleontologi #arkeolog #penemuan #hewan #Zaman kapur