RADARPAPUA - Ketika memikirkan hubungan antara dinosaurus dan burung, sayap mungkin menjadi fokus utama. Namun, studi terbaru dari dua paleontolog Yale mengungkapkan bahwa rahasia evolusi burung modern terletak pada kaki mereka, khususnya tulang fibula yang memendek. Tulang ini, yang kini hanya menjadi bagian kecil dari kaki burung, memiliki peran besar dalam memungkinkan burung bermanuver dengan gesit.
Menurut Armita Manafzadeh, penulis utama penelitian yang diterbitkan di Nature, tulang fibula pada burung modern memberikan fleksibilitas pada sendi lutut mereka. Dengan teknologi X-ray dan pemodelan 3D, tim peneliti menganalisis gerakan lutut burung guinea fowl, buaya, iguana, hingga berbagai jenis burung seperti burung unta dan bangau. Hasilnya, tulang fibula yang lebih pendek dan fleksibel memungkinkan burung untuk memutar lutut hingga lebih dari 100 derajat, berbeda dengan reptil lain yang memiliki lutut lebih kaku.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa burung menggunakan mobilitas lutut mereka untuk berbagai aktivitas, mulai dari bermanuver di darat hingga mempertunjukkan gerakan kawin. Menariknya, karakteristik unik ini ditemukan berasal dari nenek moyang burung, termasuk dinosaurus kecil seperti Rahonavis ostromi dan Ichthyornis dispar. Evolusi tulang ini awalnya bertujuan untuk memperkuat kaki dinosaurus, tetapi akhirnya dimanfaatkan oleh burung untuk memberikan fleksibilitas lebih besar.
Bhart-Anjan Bhullar, rekan penulis studi, menjelaskan bahwa evolusi sering kali bekerja dengan "mendaur ulang" struktur dan fungsi yang ada. Dalam kasus ini, struktur kaki yang awalnya untuk menopang tubuh besar dinosaurus justru menjadi dasar fleksibilitas gerakan burung modern. Penemuan ini juga mengandalkan fosil terkenal di Museum Peabody Yale, seperti Allosaurus dan Deinonychus, yang menunjukkan tahap-tahap awal evolusi kaki burung.
Penelitian ini menjadi bagian dari eksplorasi berkelanjutan tentang evolusi gerakan hewan, memberikan wawasan baru tentang bagaimana burung berkembang dari nenek moyang dinosaurus mereka. Penemuan ini bukan hanya menjelaskan sejarah evolusi, tetapi juga mengungkap cara burung memanfaatkan kaki mereka untuk bertahan hidup, berburu, hingga beradaptasi dengan lingkungan modern.(aj)
Editor : Richard Lawongan