RADARPAPUA - Dua lingkaran batu dari Zaman Batu ditemukan di Dartmoor, Inggris. Lingkaran ini dibuat sekitar 5.000 tahun lalu, saat periode Neolitik atau Zaman Batu Baru. Penemuan ini menunjukkan bahwa Stonehenge bukan satu-satunya lingkaran batu penting dari zaman itu.
Alan Endacott, seorang arkeolog independen, menemukan lingkaran ini setelah bertahun-tahun mencari di area perbukitan Dartmoor. Ia percaya, lingkaran batu ini adalah bagian dari "busur suci" yang terdiri dari beberapa lingkaran batu di wilayah tersebut. Busur ini mengelilingi dataran tinggi yang dianggap penting oleh masyarakat zaman itu.
Salah satu lingkaran baru ini diberi nama "Metheral." Lingkaran ini terdiri dari sekitar 20 batu berdiri setinggi 1 meter. Bentuknya oval, dengan ukuran sekitar 40 meter x 33 meter. Banyak batu yang sudah roboh atau tertutup tumbuhan. Lingkaran lainnya, disebut "Irishman’s Wall," terletak sekitar 1,6 km dari Metheral. Hanya ada enam batu yang tersisa, dan susunannya sulit dilihat tanpa alat khusus.
Penelitian Endacott menunjukkan bahwa "Metheral" berada di ujung utara dari busur sepanjang 8 km yang terdiri dari delapan lingkaran batu. Ia menduga dulu ada lebih banyak lingkaran yang membentuk lingkaran penuh, mengelilingi area dataran tinggi yang dianggap suci.
Misteri Zaman Neolitik
Wilayah Dartmoor dikenal kaya dengan peninggalan dari Zaman Batu Baru, seperti lingkaran batu, kuburan, dan struktur misterius lainnya. Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa masyarakat zaman itu memiliki hubungan spiritual dengan tempat-tempat tertentu di alam.
Para ahli arkeologi lain, seperti Susan Greaney dari Universitas Exeter, mengatakan bahwa busur lingkaran batu ini sangat luar biasa dan menunjukkan pentingnya daerah tersebut bagi manusia prasejarah. Penemuan ini juga membuka peluang untuk menemukan lebih banyak peninggalan bersejarah di masa depan.
Dengan penemuan ini, kita semakin memahami bagaimana manusia zaman dulu membangun dan menghormati lingkungan mereka. Dartmoor, dengan sejarahnya yang panjang, tetap menjadi tempat penuh misteri yang menarik untuk dieksplorasi. (*)
Editor : Richard Lawongan