Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Alat Batu Tertua di Ukraina Ungkap Keberanian Leluhur Menjelajahi Wilayah Utara

Prisilia Rumengan • Kamis, 28 November 2024 | 08:07 WIB
Hominin di daerah yang sekarang disebut Ukraina membuat perkakas batu 1,4 juta tahun yang lalu
Hominin di daerah yang sekarang disebut Ukraina membuat perkakas batu 1,4 juta tahun yang lalu

RADARPAPUA - Penemuan alat batu di situs arkeologi Korolevo, Ukraina, telah mengungkapkan bukti tertua kehadiran hominin di Eropa, dengan usia mencapai 1,4 juta tahun. Studi terbaru ini menggunakan teknik penanggalan inovatif, kosmogenik nuclide burial dating, untuk menentukan usia artefak dengan presisi yang lebih tinggi dibandingkan penelitian sebelumnya.

Alat-alat batu ini, seperti choppers, dibuat menggunakan gaya Oldowan, metode paling primitif dalam pembuatan alat oleh manusia purba. Temuan ini memberikan wawasan penting tentang migrasi hominin awal dari Afrika ke Eropa, mendukung teori penyebaran dari timur ke barat melalui wilayah seperti Cekungan Pannonian di Eropa Tengah.

Para ahli percaya artefak ini tidak diciptakan oleh Homo sapiens, melainkan oleh spesies hominin yang telah punah, seperti Homo erectus. Spesies ini pertama kali muncul di Afrika sekitar 2 juta tahun lalu sebelum menyebar ke Asia dan Eropa. Penelitian sebelumnya menunjukkan hominin menghuni pegunungan Kaukasus 1,8 juta tahun lalu, sementara jejak di Prancis dan Spanyol baru berusia 1,2 juta tahun. Lokasi Korolevo yang berada di antara dua wilayah tersebut memberikan bukti kuat tentang pola migrasi mereka.

Salah satu penulis studi, John Jansen dari Czech Academy of Sciences, menyoroti bahwa penemuan ini menunjukkan fleksibilitas adaptasi hominin terhadap lingkungan baru, termasuk wilayah utara yang memiliki variasi musim ekstrem. “Korolevo adalah bukti keberanian leluhur kita menjelajahi wilayah utara, bahkan saat kondisi iklim bervariasi,” ujar Jansen.

Meski temuan ini memperkuat teori migrasi dari timur ke barat, para ahli mencatat bahwa temuan baru di masa depan dapat merombak narasi tersebut. Richard Roberts, Direktur Centre of Excellence for Australian Biodiversity and Heritage, menyebut penemuan di Korolevo sebagai langkah penting dalam memahami lebih jauh migrasi manusia purba. "Namun, lebih banyak situs dengan penanggalan akurat diperlukan untuk memperkuat hipotesis ini," kata Roberts.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa periode hangat dalam sejarah Bumi, yang disebut interglasial, memungkinkan hominin menjelajahi lanskap baru seperti Eropa. Alat-alat di Korolevo ditemukan terkubur selama tiga interglasial paling hangat dalam jutaan tahun terakhir, memberikan gambaran mengapa migrasi hominin bisa mencapai wilayah sejauh itu.

Temuan ini dipublikasikan pada 6 Maret di jurnal Nature, memperkaya diskusi tentang sejarah migrasi awal manusia ke Eropa dan menyajikan bukti solid tentang jejak pertama hominin di benua tersebut.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#migrasi #alat batu #arkeolog #penemuan #Hominin #homo erectus