RADARPAPUA - Buku “Working Lives in Ancient Rome”, yang disunting oleh Jordan Rogers dan Del Maticic, menghadirkan wawasan mendalam tentang kehidupan pekerja di Kekaisaran Romawi, sebuah masyarakat multikultural yang membentang di tiga benua. Buku ini menawarkan pandangan baru tentang bagaimana masyarakat Romawi memahami kerja, dengan banyak hal yang masih relevan hingga saat ini.
Inspirasi di Balik Buku
Rogers dan Maticic terinspirasi oleh pengalaman pribadi mereka di pasar kerja akademik modern. Mereka menyadari bahwa isu seputar identitas dan hubungan manusia dengan kerja ternyata melampaui waktu, termasuk pada zaman Romawi. Pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang bagaimana pekerjaan memengaruhi hidup seseorang menjadi inti dari proyek ini. Penelitian mereka membongkar anggapan kuno dan modern, menyoroti bagaimana konsep kerja dan kehidupan terus berubah seiring waktu.
Para penulis memanfaatkan pendekatan filosofis baru dan teknologi modern untuk menganalisis artefak Romawi. Salah satu konsep menarik yang mereka soroti adalah penggunaan kata Latin labor, yang tidak hanya merujuk pada kerja manusia, tetapi juga proses alami seperti pertumbuhan tanaman. Selain itu, teknologi seperti analisis temuan arkeologis membantu mengungkap detail kehidupan pekerja Romawi yang sebelumnya terabaikan.
Kemiripan dan Perbedaan dalam Kehidupan Pekerja
Rogers menjelaskan bahwa meski ada keseragaman dalam hukum kerja di seluruh Kekaisaran Romawi, perbedaan regional tetap terlihat, terutama dalam jaringan profesional seperti dokter atau arsitek. Selain itu, sistem perbudakan Romawi memungkinkan budak yang dibebaskan (manumission) untuk mendapatkan identitas sosial sebagai warga Romawi, meskipun status mereka tidak setara dengan yang lahir bebas.
Salah satu kontribusi mengejutkan dalam buku ini adalah pembahasan tentang David Drake, seorang pembuat tembikar budak dari Carolina Selatan pada abad ke-19, sebagai perbandingan untuk memahami pengalaman pekerja Romawi. Ini menunjukkan bahwa cara kita memahami kerja sering kali bergema melintasi waktu dan budaya.
Apa yang Tidak Berubah?
Seperti masa kini, pekerja Romawi memiliki hubungan yang beragam dengan pekerjaan mereka—dari kebanggaan hingga keputusasaan. Bahkan, pekerjaan sering menjadi bagian integral dari identitas mereka, sebagaimana terlihat pada nisan-nisan yang mencantumkan profesi sebagai pengakuan akan kontribusi mereka. Ini menunjukkan bahwa obsesi budaya terhadap kerja bukan hanya fenomena modern, tetapi sudah ada sejak ribuan tahun lalu.(aj)