Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Temuan Baru: Perjalanan Domestikasi Jagung dari Meksiko ke Brasil

Richard Lawongan • Selasa, 3 Desember 2024 | 16:09 WIB
Spesimen arkeologi jagung (jagung) semi-peliharaan ditemukan di keranjang yang terkubur di gua-gua di Lembah Peruaçu.
Spesimen arkeologi jagung (jagung) semi-peliharaan ditemukan di keranjang yang terkubur di gua-gua di Lembah Peruaçu.

RADARPAPUA - Penelitian terbaru mengungkapkan bukti penting mengenai domestikasi jagung (Zea mays) di Brasil, menunjukkan bahwa proses tersebut mungkin telah diselesaikan di Amerika Selatan. Sampel semi-domestikasi jagung dari Lembah Peruaçu di Minas Gerais, Brasil, menjadi yang paling jauh dari pusat asal tanaman ini di Meksiko.

Para ilmuwan dari Universitas São Paulo (USP) dan EMBRAPA menganalisis sampel dari penggalian arkeologis tahun 1994, termasuk tongkol, jerami, dan biji. Temuan ini menunjukkan ciri-ciri primitif yang mirip dengan teosinte, nenek moyang liar jagung, yang pertama kali dijinakkan sekitar 9.000 tahun lalu di Meksiko. Sampel dari Lembah Peruaçu, yang berusia antara 1.010 dan 500 tahun, menandakan kontribusi penting masyarakat adat dalam memilih dan mengelola varietas jagung.

Analisis morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki empat hingga enam baris biji per tongkol, lebih sedikit dibandingkan jagung modern yang memiliki delapan hingga 26 baris. Hal ini menegaskan bahwa spesimen dari Lembah Peruaçu berada dalam fase transisi domestikasi. Penelitian arkeogenetik yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap lebih banyak detail mengenai pohon filogenetik jagung ini.

Jagung yang ditemukan terkait dengan ras Entrelaçado, yang berasal dari seleksi populasi lokal di Amerika Selatan. Masyarakat adat berperan besar dalam menjaga dan mengembangkan keragaman genetik jagung hingga hari ini, yang menjadi warisan penting bagi keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut.

Jika domestikasi jagung terbukti selesai di Brasil, sumber daya genetik ini tidak lagi dianggap eksotik. Hal ini membuka jalan untuk perlindungan genetik melalui perjanjian internasional, mengakui pentingnya kontribusi Brasil dalam sejarah domestikasi jagung.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#Jagung #Brasil #domestikasi #arkeologi #masyarakat adat