Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Warisan Clovis: Pemburu Mammoth yang Mengubah Sejarah Amerika

Prisilia Rumengan • Kamis, 5 Desember 2024 | 08:53 WIB

 

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi


RADARPAPUA - Penemuan baru telah mengungkap fakta mengejutkan tentang manusia purba di Amerika. Berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan di Science Advances, Clovis—komunitas manusia yang hidup sekitar 13.000 tahun lalu—terbukti mengandalkan mammoth dan hewan besar lainnya sebagai sumber makanan utama. Temuan ini mengubah cara kita memahami pola makan manusia purba dan menjelaskan ekspansi mereka yang cepat di seluruh benua Amerika.

Untuk pertama kalinya, analisis isotop stabil dari sisa-sisa seorang ibu dari situs pemakaman Clovis di Montana berhasil memberikan gambaran langsung tentang diet mereka. Studi ini mengungkap bahwa sekitar 40% makanan ibu tersebut berasal dari mammoth, sementara sisanya didominasi oleh hewan besar lain seperti bison dan rusa. Menariknya, makanan kecil seperti mamalia kecil hanya memainkan peran sangat kecil, membuktikan bahwa Clovis lebih fokus pada perburuan megafauna.

Mammoth bukan hanya sumber makanan kaya protein dan lemak, tetapi juga memungkinkan Clovis untuk bertahan hidup di lingkungan baru. Keberadaan mammoth yang tersebar luas di Asia Utara dan Amerika menjadikan mereka target ideal bagi masyarakat yang sangat mobile seperti Clovis. Teknologi perburuan mereka yang canggih, seperti proyektil jarak jauh, mendukung fleksibilitas ini, memungkinkan mereka membawa sumber daya melintasi ratusan mil.

Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang peran manusia dalam kepunahan megafauna era es. Kombinasi perubahan iklim yang mengurangi habitat hewan besar dengan kemampuan perburuan Clovis yang sangat efektif mungkin menjadi faktor penting. Dengan kemampuan berburu yang diwariskan dari Eurasia selama 10.000 tahun, manusia Clovis menghadapi megafauna yang belum mengenal ancaman manusia, sehingga mempercepat kepunahan mereka.

Selain temuan ilmiah, studi ini juga menekankan pentingnya konsultasi dengan komunitas adat di Montana, Wyoming, dan Idaho. Para peneliti bekerja sama dengan perwakilan suku untuk memastikan penelitian ini menghormati warisan leluhur mereka. Dukungan dari tokoh adat seperti Shane Doyle menunjukkan bagaimana penelitian dapat memperkuat pemahaman kita tentang sejarah sekaligus menjaga etika dan penghormatan budaya.(aj)

 
 
 
Editor : Prisilia Rumengan
#Mammoth #Clovis Point #arkeologi #sejarah #manusia purba