RADARPAPUA – Berawal dari petualangan sederhana di Badlands, North Dakota, tiga anak muda membuat penemuan yang mengubah hidup mereka, fosil remaja Tyrannosaurus rex yang sangat langka.
Penemuan ini, yang kemudian dinamai "Teen Rex," kini menjadi pusat perhatian pameran baru di Denver Museum of Nature & Science.
Jessin Fisher (12), adiknya Liam (9), dan sepupu mereka Kaiden Madsen (11) awalnya hanya berniat menjelajah alam saat menemukan fosil tersebut pada Juli 2022.
Mereka mendapati tulang besar yang menonjol dari batu, yang kemudian teridentifikasi sebagai tulang kaki T. rex. “Awalnya saya kira itu tulang sapi,” kata Liam. Namun, Jessin segera menyadari ini lebih dari itu.
Berkat hubungan ayah mereka, Sam Fisher, dengan Dr. Tyler Lyson, kurator paleontologi museum, tim paleontologi segera turun tangan.
Setelah proses perizinan, fosil ini digali selama 11 hari menggunakan helikopter Black Hawk untuk memindahkan tulang-tulang besar itu. Hasilnya mengejutkan, fosil ini termasuk salah satu dari sedikit spesimen remaja T. rex yang ditemukan di dunia, dan salah satu yang paling lengkap.
“Teen Rex” diperkirakan berusia 14 hingga 16 tahun ketika hidup sekitar 67 juta tahun lalu. Pada masa itu, ia memiliki panjang 25 kaki (sekitar 7,6 meter) dan berat sekitar 3.500 pon (1.600 kilogram).
Sebagai perbandingan, T. rex dewasa bisa mencapai panjang 40 kaki (12 meter) dan berat hingga 8.000 pon (3.600 kilogram).
Dr. Lyson menegaskan betapa pentingnya penemuan ini. "Fosil remaja seperti ini sangat langka dan dapat membantu kami memahami fase pertumbuhan tercepat T. rex," ujarnya.
Proses penelitian fosil dilakukan secara terbuka di museum, memungkinkan pengunjung melihat langsung bagaimana para ilmuwan bekerja mengungkap detail fosil dari lapisan batuan yang melindunginya.
Tak hanya itu, cerita penemuan ini juga diangkat dalam dokumenter T. rex yang dirilis bersamaan dengan pembukaan pameran pada Juni 2023.
Film ini menggunakan teknologi CGI untuk menggambarkan kehidupan T. rex, mulai dari menetas hingga menjadi predator dewasa.
Selain inspirasi ilmiah, penemuan ini juga menjadi ajakan bagi anak-anak lain untuk melepaskan gadget dan menjelajah alam.
“Siapa pun bisa membuat penemuan besar, tidak peduli usia,” kata Jessin, yang kini bercita-cita menjadi paleontolog.
“Kami mungkin akan menemukan fosil lain,” tambah Sam Fisher dengan penuh optimisme.
Di Denver Museum, pengunjung juga dapat melihat para ilmuwan bekerja di laboratorium persiapan fosil, menyaksikan tulang-tulang baru yang ditemukan, dan belajar tentang metode penelitian.
Pameran ini tidak hanya mengungkap masa lalu, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menghargai peran sains dalam memahami sejarah kehidupan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan